Kenapa Warga Rela Berdesakan Belanja di Pasar Tanah Abang?

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 13:21 WIB
Jakarta -

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kerap kali ramai dikunjungi pembeli. Bahkan dua hari lalu pasar ini didatangi warga yang ingin belanja hingga membeludak dan menimbulkan kerumunan. Kenapa warga rela berdesakan belanja di Pasar Tanah Abang?

Warga bernama Ninin (54), yang berasal dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengaku belanja ke Pasar Tanah Abang untuk membelikan hadiah Lebaran bagi keluarganya. Dia membeli sejumlah pakaian.

Ninin menjelaskan mengapa dia rela datang ke Pasar Tanah Abang meski tahu bahwa pasar ini sangat ramai didatangi pengunjung. Menurutnya, harga hingga kualitas barang menjadi hal utama dia memilih berbelanja di Tanah Abang.

"Di sini itu produknya bagus, harganya juga bagus, pilihannya juga banyak," kata Ninin saat ditemui di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Dia menyebut di Pasar Tanah Abang dirinya bisa mendapat barang pilihannya mulai kisaran harga Rp 150 ribu. Harga itu akan berbeda jika dirinya membeli barang yang sama di toko pasar yang lain.

"(Di Pasar Tanah Abang) Rp 100 Ribu, Rp 150 ribu, kalau di luar itu kan bisa minimal Rp 250-300 ribu. Kualitas bagus, banyak banget pilihan, harga lebih murah," ucapnya.

Dia sebetulnya khawatir terhadap kondisi terakhir pengunjung Pasar Tanah Abang yang dua kali lipat lebih banyak dibanding hari biasanya. Menurutnya, pada masa pandemi Corona ini, dia takut tertular ketika harus berdesakan di pasar.

"Tadi juga saya ragu-ragu. Kalau misalkan penuh, saya mau pulang lagi karena takut masih pandemi. Terus alhamdulillah sekarang nggak sepadat biasanya," ujarnya.

Hal senada diungkap warga Bogor, Jawa Barat, bernama Wiwi Adawiyah (40). Dia berbelanja ke Pasar Tanah Abang untuk membeli pakaian pesanan pelanggannya di Bogor.

"Belanja ke sini karena memang barangnya murah, komplet, terus kan Tanah Abang merupakan termasuk tempat belanja yang terbesar di Asia Tenggara," katanya.

Wiwi mengaku tak hanya kali ini saja datang ke Tanah Abang untuk belanja. Dia setiap minggu datang ke pasar ini untuk belanja kebutuhan toko pakaiannya di Bogor.

"Jadi memang setiap minggu saya belanja baju wanita, terus dress, dan sebagainya karena memang saya jualan. Karena di sini grosiran, harganya lebih murah kalau dibandingkan dengan tempat belanja yang lain," ucapnya.

"(Belanja ke Tanah Abang) bukan kebutuhan Lebaran juga, karena memang di kampung saya ada beberapa tetangga yang memang mesan," tambahnya.

Dia bisa mendapat harga barang di Pasar Tanah Abang kisaran Rp 150 ribu. Wiwi biasa menjual barang belanjaannya di Bogor dengan harga Rp 240 ribu.

"Misalkan dress saya belanja di sini Rp 150 ribu, kalau di daerah saya Bogor dekat Lido itu kalau sampai di sana bisa sampai Rp 240 ribu dengan kualitas barang yang beda," katanya.

Pantauan detikcom di lokasi, sekitar pukul 12.40 WIB, kondisi pasar lebih ramai jika dibanding tadi pagi. Warga yang datang berbelanja terlihat lebih banyak.

Mereka memilih gamis, baju koko, hingga sarung untuk kebutuhan Lebaran. Tak sedikit warga yang mengajak keluarganya untuk memilih langsung pakaian yang diinginkan.

Sebelumnya, kerumunan terjadi di Pasar Tanah Abang menjelang Lebaran membuat Pemprov DKI dan TNI-Polri bertindak. Membeludaknya Pasar Tanah Abang diketahui terjadi pada Sabtu (1/5) hingga Minggu (2/5) sore.

Setidaknya jumlah pengunjung yang datang ke Pasar Tanah Abang pada pekan lalu hampir 200 persen dari kapasitas. Imbasnya, jam tutup Pasar Tanah Abang pun dibagi dua sesi berdasarkan lantai ganjil dan genap.

(fas/mae)