Komnas Perempuan Soroti Toxic Relationship di Kasus Sate Beracun Sianida

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 13:13 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Nani Aprilliani (PIUS ERLANGGA/detikcom)
Jakarta -

Komnas Perempuan (KP) menyayangkan takjil yang dikirimkan Nani Apriliani kepada mantan kekasihnya yang berujung tewasnya anak seorang driver ojek online di Bantul, Yogyakarta. Komnas Perempuan meminta perempuan membangun relasi yang sehat dan tidak toxic.

"Dari kasus ini juga kita melihat bahwa dalam relasi pacaran yang tidak sehat, dapat menyebabkan adanya gangguan terhadap kesehatan mental baik pada perempuan maupun lelaki," kata Komisioner KP, Siti Aminah Tardi, kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

KP meminta perempuan tidak terjebak dalam toxic relationship. Dengan begitu, KP berharap tidak terjadi kekerasan dalam hubungan asmara.

"Karenanya menjadi penting bagi setiap perempuan untuk membangun relasi pacaran yang sehat, yang tidak toxic, yang berarti relasi yang terbangun adalah relasi yang setara, sehingga kekerasan dalam bentuk apa pun tidak terjadi," kata dia.

Siti kemudian memaparkan kekerasan yang terjadi dalam pacaran sepanjang 2020. Sebanyak 401 kekerasan dilakukan oleh mantan pacar.

"Catatan tahunan Komnas Perempuan pada tahun 2020 terdokumentasikan Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) berjumlah 1.309 kasus dan kekerasan oleh mantan pacar berjumlah 401 kasus," jelasnya.

Faktor kekerasan itu, kata Siti, terjadi karena cinta dianggap sebagai pemilikan sehingga faktor ini menjadi pembenaran saat melakukan kekerasan.

"Faktornya adalah cara pandang dalam memahami cinta. Cinta masih dipahami sebagai kepemilikan, sehingga adanya relasi menjadi pembenar untuk mengatur, mengontrol, dan membatasi pasangan," kata Siti.

Komisioner Komnas Perempuan, Siti AminahKomisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah (Dok. Istimewa)

Lihat Video: Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2