DMI: Perlu Tindakan Tegas ke Remaja Masjid Pencopot Paksa Masker Jemaah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 12:25 WIB
Plt Sekjen Dewan Masjid Indonesia, Arief Rosyid Hasan
Arief Rosyid (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyesalkan sikap kasar pemuda masjid di Bekasi yang membentak-bentak dan melarang jemaah memakai masker. DMI menilai remaja yang bersikap kasar tersebut perlu ditindak tegas.

"Menurut saya, di tengah situasi yang sangat sulit ini kasus melonjak harus ada tindakan tegas dong, biar jadi pembelajaran," kata Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid DMI, Muhammad Arief Rosyid Hasan, saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

Arief menegaskan aturan terkait protokol kesehatan harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Apalagi, kata Arief, pemuda masjid di Bekasi itu bersikap kasar terhadap jemaah yang memakai masker.

"Makanya di awal tadi saya sampaikan kalau itu perlu penegakan hukum karena hukum kita kan nggak pandang bulu. Jadi siapa pun dia kalau melanggar, apalagi ini soal dia tidak hanya, dia tidak sekadar mematuhi protokol kesehatan, tapi justru dia melarang orang dan itu berlipat pelanggarannya. Kalau dia tidak mematuhi protokol kesehatannya kan dihukum apalagi dia membentak membuat kasar itu kan kriminal, menurut saya harus ditindak," ujar Arief.

Arief menjelaskan, sejak awal remaja-remaja masjid mendukung upaya pemerintah dalam menangani COVID-19. Atas hal itu, Arief mengaku ragu pemuda yang membentak-bentak remaja masjid di Bekasi itu memang aktif di masjid atau tidak.

"Kita yang sejak awal terlibat mendukung upaya penanganan COVID-19 ini. Kita melakukan disinfektan kita membagikan cairan disinfektan. Kita melakukan penyemprotan di puluhan ribu masjid di seluruh Indonesia. Untuk itu, sikap dari remaja yang ada di Bekasi, pemuda yang ada di Bekasi tidak mencerminkan, bahkan kami meragukan mereka ini sebagai aktif di pemuda remaja masjid karena setahu saya teman-teman sejak awal itu malah yang paling depan melakukan pencegahan terhadap COVID-19," tutur Arief.

Pemahaman yang Kaku

Ungkapan penyesalan juga disampaikan oleh Sekjen DMI, Imam Addaruquthni. Imam berbicara mengenai pemahaman yang kaku.

"Sebenarnya kasuistik, hanya terkait dengan pemahaman yang rigid dari oknum pengurus masjid tentang ungkapan teks atau nash ayat yang mestinya tidak harus terjadi," kata Imam dalam keterangan tertulis.

Dia juga menyoroti kurangnya pemahaman tentang bahaya COVID-19. DMI sendiri, kata Imam, telah intensif dalam melakukan pencerahan dengan menyebarkan edaran luas kepada semua pengurus masjid terkait informasi bahaya COVID-19.

"Kasus itu sendiri sekaligus mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap urgensi suatu informasi/penerangan tentang wabah COVID dan ancamannya di tengah masyarakat, bahkan pada oknum yang seharusnya, termasuk yang paling tercerahkan karena dia berada dan termasuk penanggung jawab kelangsungan pelaksanaan ibadah di masjid/fasilitas umat dan masyarakat," ujar Imam.

Simak video 'Ini Alasan DKM Masjid yang Larang Jemaah Salat Pakai Masker':

[Gambas:Video 20detik]