KRL Tak Berhenti di Tanah Abang Sore Nanti, Ini Alternatifnya

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 12:39 WIB
Petugas kepolisian, TNI dan Satpol PP jaga Stasiun Tanah Abang
Petugas kepolisian, TNI, dan Satpol PP menjaga Stasiun Tanah Abang (Foto: Farih/detikcom)
Jakarta -

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat kenaikan jumlah penumpang KRL. Tercatat ada 172.852 pengguna KRL yang naik dari seluruh stasiun.

"Hingga pukul 09.00 WIB jumlah pengguna KRL di seluruh stasiun mencapai 172.852 orang atau bertambah sekitar 3% dibanding Senin (26/4) pekan lalu di waktu yang sama yaitu 166.914 orang," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Anne membeberkan stasiun yang mencatat kenaikan jumlah pengguna. Di antaranya adalah Stasiun Depok Baru (8.180 pengguna, naik 10% dibanding pekan lalu di waktu yang sama), Stasiun Bekasi (9.900 pengguna, naik 4%), dan Stasiun Sudimara (5.664 pengguna, naik 3%).

"Sementara itu stasiun yang mencatat penurunan jumlah pengguna antara lain Stasiun Cilebut (8.525 pengguna, turun 1%)," ucapnya.

Khusus Stasiun Tanah Abang, kondisinya sejak pagi hingga siang ini terlihat normal. Namun, mulai Senin (3/5) ini pukul 15.00-19.00 WIB, Stasiun Tanah Abang tidak melayani naik dan turun pengguna KRL.

"Hal ini diambil guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 dari adanya kepadatan aktivitas masyarakat di kawasan Tanah Abang," ujarnya.

Dengan adanya kebijakan tersebut, para pengguna KRL yang biasanya naik dan turun di Stasiun Tanah Abang pada waktu tersebut agar dapat menyesuaikan kembali perjalanannya. Sebagai alternatif, bagi pengguna KRL tujuan Stasiun Rangkasbitung, Parungpanjang, Serpong dapat naik dan turun di Stasiun Palmerah.

"Sementara itu bagi pengguna KRL tujuan Stasiun Depok, Bogor, Nambo dan Stasiun Jatinegara dapat memanfaatkan untuk naik dan turun di Stasiun Karet, Stasiun Duri, maupun Stasiun Angke," katanya.

"Selain pada lintas pelayanan dan waktu-waktu tersebut layanan KRL berlangsung normal seperti biasanya," tambahnya.

Anne menyebut KAI Commuter juga terus menyosialisasikan kebijakan tersebut melalui Petugas Pelayanan KRL (PPK), petugas informasi di stasiun maupun spanduk di stasiun. Selain itu petugas di stasiun alternatif juga akan ditambah sebagai antisipasi meningkatnya pengguna KRL. Evaluasi juga akan dilakukan berkala mengenai kebijakan ini.

"KAI Commuter secara konsisten terus menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh pengguna KRL dengan mewajibkan memakai masker kain 3 lapis atau masker kesehatan, menjaga jarak, dan mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah naik KRL. Selain itu apabila terjadi kepadatan, petugas akan melakukan penyekatan di area stasiun," pungkasnya.

(fas/knv)