Kasus Antigen Bekas di Kualanamu, Polisi Buka Peluang Jerat Tersangka Baru

Antara - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 12:32 WIB
Penampakan para tersangka kasus dugaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu
Jumpa pers kasus penggunaan alat bekas tes antigen di Bandara Kualanamu (Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Panca Putra mengatakan penggunaan alat tes antigen COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik dilakukan sejak Desember 2020. Para tersangka mendaur ulang alat tes antigen untuk dipakai lagi.

"Dari hasil pengungkapan Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan daur ulang stik COVID-19 ini sudah dilakukan sejak Desember 2020," kata Irjen Panca seperti dilansir Antara, Sabtu (1/5/2021).

Irjen Panca mengatakan kegiatan daur ulang alat uji cepat COVID-19 oleh kelima orang tersangka itu dilakukan di laboratorium kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini Medan.

"Oleh para pelaku, stik yang sudah digunakan itu dikumpulkan. Kemudian dicuci, dibersihkan, dan dikemas kembali. Selanjutnya dikirim ke Bandara Kualanamu," ungkapnya.

Adapun motif para tersangka melakukan tindak pidana kesehatan tersebut adalah mendapatkan keuntungan. "Barang bukti kita amankan Rp 149 juta dari tangan tersangka," ujarnya.

Ditanya mengenai jumlah pengguna layanan tes cepat COVID-19 dengan alat bekas tersebut, ia menyebut masih dalam penyelidikan. Namun estimasi pengguna layanan tes uji cepat COVID-19 di Bandara Kualanamu mencapai 200 orang per hari.

Polisi menggerebek lokasi  Layanan Tes Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Sumut.Polisi menggerebek lokasi layanan tes antigen bekas di Bandara Kualanamu Sumut. (Foto: dok. Istimewa)

Dia mengatakan penyidik Polda Sumut terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mendeteksi kemungkinan adanya tersangka baru. Dia menyebut tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus pelanggaran tindak pidana kesehatan tersebut.

"Kami sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan kemungkinan pihak-pihak lain yang diduga sebagai pelaku," kata Irjen Panca.

"Kemungkinan ke depan pengembangan tersangka itu mungkin saja," tambahnya.

Sebelumnya, Polda Sumut mengungkap kasus penggunaan alat uji cepat antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik yang sudah dilakukan sejak Desember 2020.


Lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan PM (45), mantan kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma DJ (20), mantan pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan M (30), dan mantan pekerja bagian admin hasil swab R (21).

Kelimanya dijerat Pasal 98 ayat (3) juncto Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) juncto Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kimia Farma juga telah buka suara. Kelima tersangka itu telah dipecat dari perusahaan.

"Kimia Farma memecat para oknum petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam kasus penggunaan kembali alat rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara," ujar PT Kimia Farma dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4).

Simak Video: Kecam Kasus Alat Tes Antigen Bekas, PAN: Sangat Keterlaluan!

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/hri)