Kapan Hasil Investigasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 Diungkap? Ini Jawaban KNKT

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 14:14 WIB
Cockpit voice recorder (CVR) black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 akhirnya ditemukan. Penemuan CVR ini dikonfirmasi oleh Kementerian Perhubungan.
Momen black box Sriwijaya Air SJ182 ditunjukkan (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh rekaman cockpit voice recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Lalu kapan hasil investigasi terkait penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 diungkap?

"Belum (diungkap) karena sekarang ini kita sedang mengidentifikasi ada kerusakan, ada beberapa komponen yang kita periksa di Amerika sama Inggris," ujar Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo kepada detikcom, Sabtu (1/5/2021).

Nurcahyo mengatakan rencananya pada Juni 2021 tim dari Amerika yang bekerja sama dengan KNKT akan datang ke Indonesia untuk menyampaikan hasil analisis mereka terhadap salah satu komponen pesawat. Jika hasil dari tim dari Amerika itu sudah rampung, hasilnya akan digabung dengan temuan KNKT.

"Itu kita masih rencananya bulan Juni habis Lebaran tim Amerika mau ke Indonesia lagi untuk menyampaikan perkembangan hasil penelitian mereka, kita nggak bisa ke sana karena masih pandemi, jadi kita serahkan ke mereka untuk mereka memeriksa. Habis Lebaran akan ke sini lagi untuk memberikan hasil komponen-komponen itu yang kita kirim seperti apa hasilnya. Nanti kita akan gabung apa yang ada di FDR dan di CVR gitu," jelasnya.

Komponen yang dimaksud itu adalah EGP WS dan auto protocol computer. Kedua benda ini penting untuk diteliti.

"Itu EGP WS yang ketemu di reruntuhan di laut, terus kedua ada auto protocol computer itu adalah komponen yang dilepas diganti di bulan Desember. Jadi sebelumnya ada kerusakan, terus diperbaiki, komponen ini dilepas. Nah yang dilepas ini kita teliti apakah ada masalah atau dia mencatat apalah," paparnya.

EGP WS, menurut Nurcahyo, bentuknya seperti radio tapi menyimpan memori. Memori di EGP WS itulah yang nantinya akan di-download.

"Nah, memorinya kita download dia pernah memberikan peringatan apa saja, itu yang ingin kita tahu. Kita perlu cocokin semuanya dulu masalah-masalahnya apa saja, baru kita paham urutan kejadian seperti apa, baru nanti kita bisa menentukan apa masalahnya dan apa penyebabnya," katanya.

Diketahui, CVR atau perekam suara kokpit dalam black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan pada akhir Maret 2021. CVR ditemukan 500 meter dari Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tersebut jatuh pada 9 Januari 2021.

CVR ini ditemukan dalam timbunan lumpur di dalam laut. Tim gabungan berhasil menemukan CVR itu setelah mengerahkan kapal penyedot lumpur.

Tonton Video: Momen Pertama Kalinya CVR Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan

[Gambas:Video 20detik]



(zap/hri)