Bocah 12 Tahun Sopiri Truk Trailer di Tol Cikampek Selama 30 Menit

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 17:44 WIB
Jakarta -

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun viral di media sosial mengemudikan truk trailer. Polisi menyebutkan bocah tersebut mengemudikan truk selama 30 menit di ruas Jalan Tol Cikampek.

"Dibawa (oleh bocah) sekitar kurang-lebih hampir 30 menit saja, karena pada saat itu memang sopir aslinya mengantuk sekali, kemudian digantikan oleh anak ini ke rest area selanjutnya," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Peristiwa ini terjadi pada Oktober 2020 atau sekitar 6 bulan yang lalu. Saat itu, bocah tersebut mengemudikan truk trailer di ruas Jalan Tol Cikampek.

"Sopir aslinya, jadi ceritanya sebenarnya bukan kendaraan ini sampai ke Tasik dibawa oleh kendaraan tersebut. Memang pada saat itu arahnya ke Tasikmalaya, (tetapi cuma) dibawa ke rest area di Km 12 ke Km 19, itu cuma 7 kilometer jaraknya," imbuhnya.

Sopir asli adalah H (33), paman bocah tersebut. H saat itu dalam kondisi mengantuk sehingga meminta bocah tersebut menggantikannya menyetir truk hingga rest area terdekat.

"Karena pada saat itu sopir aslinya mengantuk sekali, kemudian dibawa oleh si anak kecil ini. Anak ini membawa truk tersebut sampai dengan Km 19. Kemudian di antara Km 12 ke Km 19 itu terekam oleh kamera sesama driver yang ada, sambil bercanda," tuturnya.

Kejadian ini viral di media sosial. Ditlantas Polda Metro Jaya kemudian menelusuri kejadian itu hingga akhirnya mengetahui identitas truk trailer tersebut.

"Ini yang kemudian oleh Pak Dirlantas membentuk tim mengejar ini. Ini salah satu upaya agar tidak menjadi satu opini berbeda di media sosial, kemudian dilakukan penindakan oleh Pak Dirlantas dan menemukan kendaraan ini," katanya.

Truk tersebut milik PT STA di Jakarta Utara. Dari informasi perusahaan tersebut, sopir H telah dipecat oleh perusahaannya.

"Iya karena kasus ini. Karena perusahaannya melihat video sempat viral dengan menyerahkan kendaraan si H itu, kemudian diambil kebijakan oleh pimpinannya diberhentikan," ujarnya.

Yusri menambahkan kejadian itu menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat. Masyarakat diminta tidak menyerahkan kendaraan kepada anak di bawah umur yang belum layak berkendara di jalanan karena sangat berbahaya.

"Cuma satu saja pesan saya, ini pembelajaran buat yang lain juga, ada ketentuan batasan umur dalam pembuatan SIM. Kenapa jangan anak di bawah umur, ini sangat berbahaya dampaknya bagaimana anak di bawah umur belum pantas memiliki SIM, membawa truk sebesar ini kemudian menabrak orang, mati. Ini yang harus dihindari," tuturnya.

(mea/fjp)