PKS: Hilang Uang Dikaitkan Pesugihan Babi Ngepet Tak Relevan dan Sesat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 04:18 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf (Dok. Istimewa)
Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Bukhori Yusuf meminta warga Depok, Jawa Barat tetap tenang atas isu babi ngepet yang membuat gempar. Dia menekankan hal mistis itu menyesatkan.

Bukhori Yusuf awalnya meminta warga untuk bersikap rasional. Dia menyebut babi yang ditangkap oleh warga itu tak bisa serta merta dikaitkan dengan pesugihan.

"Saya kira masyarakat perlu menggunakan rasionalitas dalam menetapkan sebuah pidana, karena hal itu sudah diatur dalam KUHP dan KUHAP, di mana menetapkan tersangka itu harus ada bukti dan atau saksi," kata Bukhori kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

"Dalam hal babi ngepet dijadikan sebagai tersangka saya kira itu salah alamat, jangan-jangan isu yang akhirnya menggiring masyarakat membunuh babi ngepet, justru para pelaku pencurian itu sendiri, sehingga pelaku selamat dari kejaran masyarakat," kata dia.

Bukhori menilai harusnya warga tidak lantas membunuh babi yang ditemukan di Sawangan Depok itu. Hal itu agar memastikan bahwa ada-tidaknya pesugihan.

"Hal lain terkait dengan keyakinan pemilik pesugihan itu menggunakan binatang dan lain-lain seharusnya dipastikan terlebih dahulu karena jika benar-benar binatang tersebut adalah alat pesugihan maka dia tidak akan terus menerus menjadi binatang. Dan jika akhirnya binatang tersebut ramai-ramai dibunuh dengan tetap sebagai binatang maka hal itu dipastikan bukan pesugihan," kata dia.

Lebih lanjut, Bukhori menekankan bahwa tak relevan jika kehilangan uang dikaitkan dengan pesugihan. Guna mencegah pesugihan, Bukhori mengajak masyarakat agar banyak berdoa.

"Karena itu yang harus dilakukan masyarakat, tidak relevan ketika kehilangan uang selalu dikaitkan dengan pesugihan. Jika menduga ada umpan pesugihan yang berkeliaran sebaiknya ditingkat waspada dengan banyak doa," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2