Round-Up

5 Fakta Geger Alat Bekas Antigen di Kualanamu Dipakai Tes Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 03:43 WIB
Polisi menggerebek lokasi  Layanan Tes Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Sumut.
Polisi menggerebek praktik tes antigen yang menggunakan alat bekas di Bandara Kualanamu (Foto: dok. Istimewa)

"Jadi benar Subdit 4 Krimsus itu melakukan penindakan terhadap dugaan Tindak Pidana UU Kesehatan. Lokasinya di salah satu ruangan di Bandara Kualanamu. Penindakan itu dilakukan kemarin sore ada beberapa orang yang sudah kita mintai keterangan, sudah kita periksa dan sampai saat ini penyidik Subdit 4 masih terus mendalami," ujar Hadi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik Adil Bulqini mengatakan kepada wartawan di kantor Angkasa Pura ada sejumlah petugas diamankan ke Polda Sumut.

"Ada tujuh orang. Satu business manager, kemudian ada analis pelaksana, kurir, serta OB," ujar Adil.

4. Kualanamu-Kimia Farma Setop Sementara Kerja Sama Tes Antigen

Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) menyetop sementara kerja sama tes antigen dengan Kimia Farma. Keputusan itu kerja sama dilanjutkan atau tidak menunggu hasil pemeriksaan terkait dugaan adanya penggunaan peralatan anti gen bekas.

"Sementara memang kita setop karena ini artinya dalam pemeriksaan ya. Nanti tindaklanjutnya akan diputuskan kembali setelah ada putusan dari hasil pemeriksaan. Sementara ini tidak beroperasi dulu," kata Plt Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Kualanamu, Agoes Soepryanto kepada wartawan di Kantor Angkasa Pura, Kualanamu, Rabu (28/4).

Agoes mengatakan layanan antigen di Bandara Kualanamu masih tersedia. Lokasinya berada di area drive thru antigen yang dilakukan perusahaan lokal di Sumut.

"Tapi kami ada satu layanan lagi, itu area terminal juga, kalau dia berhadapan dengan bandara ada di wilayah sebelah kiri itu area rapid test drive thru, yang awalnya penggunaannya kendaraan dengan mobil ya, dan kami sudah sampaikan pengelolanya untuk dapat menampung melakukan pelayanan untuk non drive thru. Dan sudah disiapkan dan Alhamdulillah dan sudah dilakukan layanan tersebut dan pada sore ini tadi saya update mencapai 300 konsumen yang sudah melakuakan layanan rapid tes," sebut Agoes.

5. Kimia Farma Ambil Tindakan Tegas

Kimia Farma menyatakan bakal memberi sanksi tegas terhadap karyawan tersebut. Sebab praktik tes antigen menggunakan alat bekas bertentangan dengan prinsip dan SOP yang mereka ikuti selama ini.

"Terkait kasus yang ada, pada dasarnya kami mendukung dan men-support penuh proses pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian terkait dugaan penggunaan bahan medis habis pakai secara ulang," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik Adil Bulqini kepada wartawan di kantor Angkasa Pura, Kualanamu, Rabu (28/4).

"Jelas bahwa pemakaian ulang dari bahan habis pakai itu tidak tercantum dalam SOP atau bertentangan dengan SOP," sebut Adil.

Halaman

(jbr/man)