BUMN Harus Evaluasi Kimia Farma soal Tes Antigen Bekas di Kualanamu

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 01:24 WIB
Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung
Foto: Ketua DPP NasDem, Martin Manurung (Budi/detikcom)
Jakarta -

Lokasi tes antigen Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) digerebek polisi karena diduga menggunakan peralatan bekas. Ketua DPP NasDem, Martin Manurung, meminta kepada Kementerian BUMN untuk mengevaluasi PT Kimia Farma Diagnostika, cucu perusahaan PT Kimia Farma (Persero).

"Kasus ini harus diusut tuntas. Sejak kapan dilakukan, dan siapa saja pelakunya. Mereka harus diberi hukuman berat. Karena ini dapat mengakibatkan public distrust atau ketidakpercayaan publik kepada BUMN. BUMN itu seharusnya menjadi lembaga yang terpercaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus COVID-19," ujar Martin, Rabu (28/8/2021).

"Evaluasi yang dilakukan Kimia Farma harus dikawal oleh Kementerian BUMN. Harus terang dan jelas. Karena mungkin saja ini tidak hanya terjadi di Bandara Kualanamu," sambungnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu mengatakan cucu perusahaan Kimia Farma itu merupakan bagian dari negara. Seharusnya, dapat menjadi pihak yang harus dipercaya.

"Kementerian BUMN merupakan bagian dari negara yang terlibat langsung dalam penanggulangan Pandemi COVID-19. Pada siapa lagi kita harus percaya jika bukan pada negara? Di sini lah letak seriusnya masalah itu," tegasnya.

Sebelumnya, PT Kimia Farma (Persero) Tbk melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi bersama pihak aparat penegak hukum. Dia menyebut akan memberikan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan oknum petugas layanan rapid test tersebut.

"Tindakan yang dilakukan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan, serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum petugas layanan Rapid Test tersebut," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadilah Bulqini dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4).

Jika terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test itu disebut akan diberikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kimia Farma memiliki komitmen yang tinggi sebagai BUMN Farmasi terkemuka yang telah berdiri sejak jaman Belanda, untuk memberikan layanan dan produk yang berkualitas serta terbaik, lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, serta terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan sehingga hal tersebut tidak terulang kembali," pungkas Adil.

(man/jbr)