Round-Up

Silih Berganti Kontroversi KPK dari Gedung Merah-Putih

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 20:04 WIB
Jakarta -

Rentetan kontroversi terjadi di dalam tubuh KPK yang tak lain adalah Komisi Pemberantasan Korupsi. Campur aduk rasanya saat korupsi malah dilakukan insan KPK sendiri.

Perasaan itu yang disampaikan seorang Febri Diansyah dalam acara d'Rooftalk yang ditayangkan detikcom, Selasa, 27 April 2021. Febri yang sempat merasakan perubahan dari KPK sebelum undang-undangnya direvisi hingga kini yang telah direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 itu menderetkan catatan kontroversi lembaga itu.

"KPK memang beda ya sekarang dari banyak aspek," kata Febri mengawali curahan hatinya itu.

Selepasnya, mantan juru bicara KPK yang kini aktif dalam kegiatan advokasi antikorupsi itu menyebutkan ragam kontroversi yang menyelimuti KPK, dari revisi UU KPK hingga proses pemilihan pimpinan KPK. Puncaknya, tentu saja, kontroversi teranyar yaitu penyidik KPK sendiri yang terlibat korupsi.

"Kita tahu mulai dari awal sampai saat ini banyak sekali yang bisa kita uraikan sebenarnya catatan kontroversial tapi yang paling menyedihkan, bagi saya, saya sedih sekali ya melihat kondisi KPK saat ini. Mungkin ada yang marah dan kesal, kenapa sih di KPK, penyidiknya yang harusnya menangani kasus korupsi, tapi justru terlibat korupsi," ucap Febri.

Padahal, lanjut Febri, niat awal pembentukan KPK bermula dari lunturnya kepercayaan publik untuk aparat hukum lain dalam memberantas korupsi. Kini malah dari dalam KPK sendiri yang melakukan kejahatan luar biasa itu.

"Ketika di KPK sendiri itu terjadi dan seperti beruntun gitu seperti ada beberapa kejadian sebelumnya, itu seperti meluluhlantakkan harapan, sedikit mungkin masih tersisa dengan kondisi KPK saat ini," kata Febri.

"Jadi menyedihkan, mungkin kesal, atau bahkan memalukan sehingga KPK seperti berada di titik nadir (titik paling rendah) ya, yang perlu upaya luar biasa sebenarnya untuk kembali menegakkan marwah KPK untuk kembali menunjukkan kepada publik bahwa kami tetap serius untuk melakukan perbaikan ke dalam untuk serius bekerja," sambungnya.

Setelahnya, Febri mulai melucuti kontroversi di KPK, dari hilangnya nama politikus dalam surat dakwaan perkara yang ditangani KPK. Febri memang tidak menyebut gamblang perkara apa, tetapi sempat mencuat ke publik bila hal itu terjadi dalam perkara dugaan suap dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

"Contohnya yang paling sederhana yang sering heboh akhir-akhir ini adalah ketika ada sejumlah nama politisi-politisi penting, hilang di dakwaan. Padahal di pemberitaan dan juga dari proses pemeriksaan itu muncul dan publik juga sudah mengetahui hal tersebut dan membutuhkan informasi resmi dan pembuktian dalam proses hukum," katanya.

Lalu kontroversi yang berikutnya tentang seorang tersangka yang hingga kini seolah lenyap ditelan bumi. Siapa?