Terpidana Kasus Hambalang Didenda Rp 20 Miliar di Kasus Penggelapan Pajak

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 12:31 WIB
Sidang kasus Hambalang dengan terdakwa Machfud Suroso kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015). Machfud Suroso menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Sidang ini dengan agenda pembacaan pledoi.
Machfud Suroso (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Direktur PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso (60), dihukum 6 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. Kini Machfud, yang menghuni LP Sukamiskin, dijerat kembali dengan kasus penggelapan pajak.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Rabu (28/4/2021). Dalam putusan itu disebutkan susunan Pengurus PT Dutasari Citalaras 2008-2012:

Direktur Utama, Machfud Suroso
Direktur Keuangan dan Operasional, Roni Wijaya
Komisaris, Athiyah Laila
Komisaris, Munadi Herlambang

Kurun 2010-2011, PT Dutasari Citralaras melakukan serangkaian perbuatan sedemikian rupa terkait laporan pajak. Belakangan, hal itu tercium Ditjen Pajak sehingga Machfud Suroso harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan.

Pada 7 Januari 2021, PN Jaksel menjatuhkan pidana penjara 1 tahun kepada Machfud Suroso karena bersalah melakukan tindak pidana perpajakan. Selain itu, PN Jaksel juga menjatuhkan pidana denda kepada Machfud sebesar dua kali kewajiban pajak yang belum dibayar, yaitu Rp 20,5 miliar.

Atas putusan itu, jaksa mengajukan banding. Gayung bersambut. Hukuman Machfud diperberat.

"Menyatakan Terdakwa tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perpajakan secara berlanjut. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan," ujar majelis yang diketuai Hanifah Hidayat Noor dengan anggota Pontas Efendi dan Artha Theresia.

Majelis juga menjatuhkan pidana denda sejumlah 2 x Rp 10.254.308.910,00 (sepuluh miliar dua ratus lima puluh empat juta tiga ratus delapan ribu sembilan ratus sepuluh rupiah rupiah) yaitu sebesar Rp 20.508.617.820,00 (dua puluh miliar lima ratus delapan juta enam ratus tujuh belas ribu delapan ratus dua puluh rupiah).

"Jika Terdakwa tidak membayar denda tersebut paling lama waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta benda milik Terdakwa dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk membayar denda, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar denda, maka terdakwa dijatuhi hukuman kurungan pengganti denda atau subsider selama 6 (enam) bulan," ucap majelis.


Sebagaimana diketahui, di kasus korupsi Hambalang, Machfud terbukti menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor sehingga menguntungkan diri sendiri Rp 36,703 miliar.

Keuntungan tidak sah tersebut diperoleh Machfud setelah perusahaannya berhasil menjadi subkontraktor pengerjaan mekanikal elektrikal (ME).

"Perusahaan terdakwa Machfud Suroso telah menerima pembayaran yang totalnya Rp 185,580 miliar. Sedangkan total jumlah yang dikeluarkan PT Dutasari Citralaras dalam pelaksanaan proyek tersebut adalah sebesar Rp 89,627 miliar sehingga sisanya dan jumlah yang telah digunakan sebesar Rp 95,953 miliar diperuntukkan, diberikan kepada pihak lain dan dipergunakan oleh Machfud Suroso sendiri selaku dirut," kata majelis hakim PN Jakpus.

Tonton juga Video: PD Kubu Moeldoko Singgung Ibas ke Kasus Korupsi Hambalang

[Gambas:Video 20detik]



(asp/fjp)