ADVERTISEMENT

Terancam Dideportasi, Bule Lukis Masker di Wajah Minta Maaf

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 16:18 WIB
Viral 2 WNA di Bali mengelabui petugas dengan wajah yang dilukis masker (Screenshot video viral)
Viral 2 WNA di Bali mengelabui petugas dengan wajah yang dilukis masker. (Screenshot video viral)
Denpasar -

Dua warga negara asing (WNA) yang melukis masker di wajah untuk mengelabui petugas meminta maaf secara terbuka. Permohonan maaf itu diunggah melalui akun Instagram @joshpalerlin.

Bule tersebut diketahui bernama Josh Paler Lin asal Taipei dan Leia Se (Lisha) dari Rusia. Dalam video permintaan maaf tersebut, mereka tampak ditemani oleh kuasa hukumnya dari Kantor HMA Law Office and Partner.

"Kami ingin meminta maaf atas video yang saya buat," kata Lisha dalam video permohonan maaf tersebut.

Josh Paler Lin mengungkapkan, video tersebut dibuat bukan untuk tidak menghormati atau pun mengajak orang lain untuk tidak memakai masker. Dia mengaku hanya mencoba untuk menghibur, sebab ia sendiri adalah seorang content creator.

Namun dia mengaku tidak menyangka tindakan itu mendapatkan respons yang kurang baik dari warganet dan menimbulkan terjadinya suatu keresahan.

"Sekali lagi saya ingin meminta maaf atas hal yang telah saya perbuat tersebut dan saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Saya juga ingin mengimbau dan mengajak masyarakat khususnya di Bali agar selalu menggunakan masker demi kepentingan keamanan dan kesehatan kita bersama demi cepat pulihnya pariwisata Bali," ajaknya.

Sebelumnya, berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh detikcom, video bule melukis wajah tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Josh Paler Lin. Unggahan akun tersebut kemudian ditangkap layar dan dibagikan oleh Niluh Putu Ary Pertami Djelantik dalam akun Instagramnya, @niluhdjelantik.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan pihaknya langsung memberikan rekomendasi deportasi terhadap kedua bule tersebut. Sebab, kedua bule tersebut dianggap telah menimbulkan keresahan dan mencederai aturan protokol kesehatan.

"Jadi kita langsung naik ke tingkat rekomendasi," kata Dewa Dharmadi kepada detikcom.

Biasanya, menurut dia, bule yang kedapatan tidak memakai masker saat terkena operasi yustisi biasanya dikenai denda Rp 1 juta. Saat melanggar protokol kesehatan untuk kedua kalinya, baru akan direkomendasi untuk deportasi.

Aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Namun, untuk kasus bule tersebut, pihaknya langsung menyarankan deportasi dan tak mengenakan denda. Sebab, bule tersebut tidak tertangkap tangan oleh petugas yustisi.

"Tetapi ini (pelanggarannya) sudah dia lakukan itu, tapi dia tidak tertangkap tangan oleh petugas atau Satgas, sehingga masuk ke langsung ke rekomendasi. Artinya, sudah menimbulkan keresahan dan bahkan sudah viralkan itu dengan sengaja buat konten seperti itu sama saja dengan dia memviralkan, mencitrakan Bali ini masyarakatnya tidak patuh, tidak tertib protokol kesehatan. Ini kan sangat merugikan kita. Makanya kita langsung ke tingkat rekomendasi," kata Rai Dharmadi.

Simak video 'Viral Bule di Bali Kelabui Petugas dengan Melukis Masker di Wajah':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT