Polisi Amankan Pemotor Emak-emak Viral Ngetap Kartu Masuk Tol Angke 1

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 09:44 WIB
Jakarta -

Polisi telah mengidentifikasi pemotor emak-emak yang viral nge-tap kartu masuk Tol Angke 1. Pemotor emak-emak itu sudah diamankan polisi.

"Iya benar sudah diamankan," kata Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal saat dihubungi detikcom, Selasa (27/4/2021).

Akmal belum merinci soal penangkapan dari pelaku tersebut. Dia menyebutkan siang ini pihaknya akan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan kronologi kasus tersebut.

"Detailnya sepeda motor yang masuk tol nanti kami ekspos pukul 10.30 WIB di depan Gedung Patwal Polda Metro Jaya," sebut Akmal.

Seperti diketahui dalam video viral pekan lalu terlihat pemotor berkaus biru dan bercelana pendek masuk tol dengan nge-tap kartu e-Toll. Tidak ada petugas yang menjaga gerbang tol saat itu.

Perekam video yang berada di belakang pelaku terheran-heran dengan aksi pemotor tersebut. Perekam mempertanyakan tidak adanya petugas di lokasi saat pelaku melenggang bebas masuk ke jalan tol.

Peristiwa emak-emak pemotor itu disebut terjadi pada Selasa (20/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam video viral terlihat pelaku dengan santai masuk ke jalan tol dengan melakukan tap terlebih dahulu.

Pihak Jasa Marga pun telah angkat suara perihal peristiwa tersebut. Jasa Marga mengaku akan mengevaluasi sistem pengamanan di semua gerbang tol (GT).

"Upaya pencegahan terhadap kejadian serupa, Jasa Marga menempatkan petugas keamanan 24 jam di semua GT, dan bersiaga untuk memantau situasi dan kondisi GT agar tetap aman dan kondusif," kata General Manager Representative Office 2 Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Nasrullah, dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Nasrullah mengatakan pihaknya sebelumnya telah memasang sejumlah rambu informasi larangan kendaraan roda dua untuk masuk tol. Namun, atas kejadian viral tersebut, dia mengaku sistem pengawasan akan diperketat.

Terkait sanksi hukum bagi pemotor, Nasrullah mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Dia menyebut menyerahkan sepenuhnya wewenang penindakan kepada pihak PJR Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Kami mohon maaf atas kejadian ini, dengan adanya laporan ini kami langsung koordinasikan dengan petugas operasional dan PJR untuk melakukan pengecekan dan penindakan jika terbukti ditemukan pelanggaran oleh pengendara motor tersebut. Sebagai langkah evaluasi, kami juga melakukan pembinaan di internal Jasa Marga," ungkap Nasrullah.

(ygs/mei)