Klaster Kantor Melonjak, Begini Naik-Turun Corona di Jakarta dalam Sepekan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 16:12 WIB

Klaster perkantoran yang didominasi oleh masyarakat yang telah menerima vaksin itu juga disorot oleh pakar epidemiolog. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mewanti-wanti masyarakat tidak euforia karena merasa sudah divaksinasi.

"Iya euforia cuman ini ada mispersepsi, persepsi yang salah bahwa vaksinasi mereka bisa tidak akan terinfeksi," kata Pandu saat dihubungi.

Pandu melihat kurangnya edukasi terhadap masyarakat seputar vaksinasi COVID-19. Pandu mengatakan masyarakat tidak paham vaksinasi itu hanya untuk mencegah gejala berat virus Corona dan bukan untuk kekebalan.

"Kelihatannya sih emang gitu ya kan, ya jadi masyarakat itu tidak diedukasi pada waktu ngantri vaksin harus diedukasi, dikasih tahu, atau ada brosur bahwa kalau vaksinasi itu tidak mencegah penularan, vaksinasi itu hanya mencegah untuk tidak dirawat di rumah sakit karena COVID berat dan kalau dirawat bisa menurunkan risiko untuk mengalami kematian," kata Pandu.

"Nah itu yang tidak ada selama ini, sehingga masyarakat tidak memahami disangkanya ini kan kekebalan, kita udah kebal nih terhadap virus makanya mereka jadi abai 'wah yang sudah divaksinasi kumpul-kumpul' terjadilah penularan di perkantoran," sambungnya.

Pandu meminta stakeholder terkait mengedukasi masyarakat agar tetap menggunakan masker. Sebab, lanjutnya, imunitas setelah divaksinasi itu baru terbentuk 2 minggu sampai satu bulan.


(whn/imk)