Klaster Kantor Melonjak, Epidemiolog Wanti-wanti Jangan Euforia Vaksin

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 12:20 WIB
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) Jakarta mengungkap adanya lonjakan kasus terinfeksi virus Corona (COVID-19) di klaster perkantoran menjadi dua kali lipat. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mewanti-wanti masyarakat untuk tidak euforia karena merasa sudah divaksinasi.

"Iya euforia cuman ini ada mispersepsi, persepsi yang salah bahwa vaksinasi mereka bisa tidak akan terinfeksi," kata Pandu saat dihubungi, Minggu (25/4/2021).

Pandu melihat kurangnya edukasi terhadap masyarakat seputar vaksinasi COVID-19. Pandu mengatakan masyarakat tidak paham vaksinasi itu hanya untuk mencegah gejala berat virus Corona dan bukan untuk kekebalan.

"Kelihatannya sih emang gitu ya kan, ya jadi masyarakat itu tidak diedukasi pada waktu ngantri vaksin harus diedukasi, dikasih tahu, atau ada brosur bahwa kalau vaksinasi itu tidak mencegah penularan, vaksinasi itu hanya mencegah untuk tidak dirawat di rumah sakit karena COVID berat dan kalau dirawat bisa menurunkan risiko untuk mengalami kematian," kata Pandu.

"Nah itu yang tidak ada selama ini, sehingga masyarakat tidak memahami disangkanya ini kan kekebalan, kita udah kebal nih terhadap virus makanya mereka jadi abai 'wah yang sudah divaksinasi kumpul-kumpul' terjadilah penularan di perkantoran," sambungnya.

Pandu meminta stakeholder terkait mengedukasi masyarakat agar tetap menggunakan masker. Sebab, lanjutnya, imunitas setelah divaksinasi itu baru terbentuk 2 minggu sampai satu bulan.

"Masyarakat itu harus diedukasi manfaat vaksinasi itu apa ya, walaupun sudah divaksinasi harus tetap pakai masker, berapa lama nanti kan masyarakat juga harus diimbau pada vaksinasi kedua juga walaupun sudah ada vaksinasi kedua harus tetap pake masker dan seterusnya. Masih butuh waktu dua minggu sampai satu bulan imunitasnya baru terbentuk optimal, kan butuh waktu," tuturnya.

Senada dengan Pandu, epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, mengatakan ada masalah komunikasi yang terjadi di masyarakat terkait vaksinasi. Bahkan, kata Dicky, para pekerja sudah leluasa mengadakan pertemuan secara offline karena telah divaksinasi.

"Ada saya melihat, karena juga melihat banyak juga pertemuan dilakukan secara offline, kemudian juga banyak juga statement-statement yang sampai pada saya mengatakan sudah vaksin 'sudah yuk kita jalan' dan sebagainya. Nah ini artinya ada masalah strategi komunikasi yang tidak tepat," kata Dicky.

Dicky mengungkap banyak informasi yang sampai kepadanya terkait kebijakan WFH (work from home) 50 persen bagi pekerja yang tidak terealisasi. Dia menyebut ada sejumlah perkantoran yang bahkan sudah bekerja di kantor (work from office) hampir mendekati persentase 100 persen.

"Gini, pada praktiknya itu tidak seperti itu, tidak yang terjadi itu tidak 50 persen WFH, WFO. Malah mungkin mendekati 100 persen WFO ya, saya tidak melihat itu ya dari pengamatan saya dan juga laporan dari beberapa informasi saya ya, BUMN, perkantoran, pemerintahan itu ada memang yang WFH tapi tidak sampai 50 persen," ungkapnya.

Sebelumnya Pemprov DKI mengungkap adanya kenaikan jumlah kasus virus Corona diklaster perkantoran, simak di halaman selanjutnya..