Round-Up

Janji KPK Tak Pandang Bulu Usut Azis Syamsuddin

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 06:00 WIB
Gedung baru KPK
Foto: KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji tak akan pandang bulu memeriksa semua pihak yang terkait dengan kasus suap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP). Salah satunya yang menjadi sorotan yakni Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin yang disebut-sebut oleh KPK terlibat dalam memperkenalkan keduanya.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Firli menjelaskan konstruksi kasus yang diduga menyeret Azis Syamsuddin tersebut.

Secara garis besar, konstruksi perkara kasus dugaan suap ini bermula dari Wali Kota Syahrial yang menemui Azis Syamsuddin di rumah dinas Azis. Azis lantas memperkenalkan Syahrial dengan Stepanus Robin Pattuju, yang merupakan penyidik KPK.

Syahrial menyampaikan masalah hukumnya kepada Stepanus Robin Pattuju. Harapannya, Stepanus, yang merupakan penyidik KPK, bisa membantunya menyelesaikan masalah itu.

Stepanus bersedia membantu bersama rekannya, Maskur Husain. Ada syaratnya, Syahrial harus menyerahkan duit Rp 1,5 miliar. Maka ditransferlah uang tersebut ke pihak Stepanus dan Maskur Husain.

Meski gari besar kasus itu sudah jelas, Firli mengaku KPK masih menggali motif di balik tindakan Azis.

"Yang pasti adalah selaku KPK yang diberi mandat untuk melakukan pemberantasan korupsi, KPK tidak berhenti mengungkap apa yang terjadi, perbuatan apa yang terjadi. Siapa yang melakukan? Perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan ada ketentuan pidananya. Ini akan dan terus digali. Dan tidak berhenti di sini," kata Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Sabtu (24/4/2021).

Tak hanya itu, Firli berjanji akan mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Dia menyebut KPK bakal menelusuri kaitan peran Azis dengan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI.

"Kita akan terus mengungkap ini seterang-terangnya perkara, dan apa yang dilakukan oleh Saudara AZ sebagai Wakil Ketua DPR RI," tuturnya.

"Nanti setelah itu KPK akan lihat perbuatannya apa, keterangan saksinya bagaimana, bukti lain apa, petunjuknya apa, dokumennya apa. Karena unsur pemidanaan harus dipenuhi," imbuhnya.

Simak juga video 'Peran Azis Syamsuddin di Kasus Penyidik KPK-Walkot Tanjungbalai':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2