Tanpa Orient, Pemungutan Suara Ulang Pilkada Sabu Raijua Digelar 7 Juli

Antara - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 10:50 WIB
Warga Kabupaten Asmat melakukan pencoblosan dengan menerapkan protokol Kesehatan di TPS 006 Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Rabu (9/12/2020). Pilkada Asmat 2020 diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan petahana Elisa Kambu  Thomas E. Safanpo yang diusung partai politik dan Yulianus P. Aituru  Bonifasius Jakfu dari jalur perseorangan. ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding/wpa/wsj.
Ilustrasi Pilkada 2020 (ANTARA FOTO/SEVIANTO PAKIDING)
Jakarta -

KPU Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan telah menetapkan jadwal pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua. PSU ditetapkan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Bupati-Wakil Bupati terpilih Orient dan Thobias.

"Sudah kita tetapkan tanggal PSU-nya, dan sudah disepakati dilakukan pada 7 Juli 2021," kata Ketua KPU Sabu Raijua Kirenius Padji seperti dilansir Antara, Sabtu (24/4/2021).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kesiapan KPU Sabu Raijua menuju pelaksanaan PSU di Sabu Raijua pada Juli mendatang. Kirenius mengatakan pihaknya sedang dalam tahap persiapan, mulai persiapan anggaran hingga teknis PSU.

"Kami baru sampai pada tahapan persiapan saja. Nanti akan ada tahapan selanjutnya, seperti tahapan logistik dan lainnya," ujar dia.

Kirenius juga berharap PSU berjalan lancar. Dia mengimbau seluruh pasangan calon menahan diri tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kerumunan massa.

Dia meminta masyarakat di Sabu Raijua menjaga keamanan dan ketertiban. Dia berharap warga tidak termakan isu yang berujung konflik sebelum PSU di daerah itu.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif mengimbau seluruh pasangan calon menjaga situasi keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan PSU di daerah itu.

"Polri dalam hal ini Polda NTT siap melaksanakan pengamanan untuk seluruh tahapan sebelum PSU di Sabu Raijua," tambah dia.

Dia berharap PSU berjalan lancar sehingga terpilih pemimpin yang baik meski di tengah-tengah kejadian bencana di NTT, khususnya di Sabu Raijua.

"Saya imbau semua pasangan calon juga melaksanakan dengan baik, tidak perlu sampai ada konflik, apalagi sampai anarkis. Polda akan tindak tegas bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran, apalagi di tengah kondisi bencana seperti saat ini," ujar dia.

Sebelumnya, MK menganulir kemenangan Orient Patriot Riwu Kore dalam Pemilihan Bupati Sabu Raijua, NTT. Sebab, Orient dianggap tidak jujur menyangkut status kewarganegaraannya.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian. Menyatakan batal keputusan KPU Kabupaten Sabu Raijua. Menyatakan diskualifikasi Sabu Raijua, Orient Patriot Riwu Kore-Thobias Uly," kata Ketua MK Anwar Usman yang dibacakan di gedung MK dan disiarkan lewat channel YouTube MK, Kamis (15/4).

Dengan gugurnya Orient, wakilnya, Thobias Uly, juga ikut gugur. Oleh sebab itu, pasangan tersebut menjadi gugur. MK menyatakan gugurnya Orient tidak otomatis peringkat kedua langsung menang. Perlu digelar pilkada ulang dengan diikuti dua calon dalam jangka waktu 60 hari sejak putusan MK diucapkan.

Lihat juga Video: Yasonna Dengar Kabar Orient P Riwu Ajukan Pelepasan Warga Negara AS

[Gambas:Video 20detik]



(haf/idh)