detikcom Do Your Magic

Ada Warga Tak Setuju Jembatan Kota Paris yang Jadi Akses Tawuran Dirobohkan

Afzal Nur Iman - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 13:35 WIB
Barier untuk halangi akses tawuran dipasang di Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat
Jembatan Kota Paris dipasang barier (Afzal Nur Iman/detikcom)
Jakarta -

Warga pesimistis perobohan Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat (Jakpus), bisa menyelesaikan masalah tawuran yang sering terjadi. Ada kegiatan dan usaha lain yang seharusnya dilakukan untuk menyelesaikan masalah tawuran tersebut.

"Ya mungkin bisa kasih pendidikan, kasih tempat buat olahraga deh. Soalnya di sini nggak ada tanah lapang," kata warga RT 01/RW 06 Kelurahan Kampung Rawa Wahyudi saat ditemui di sekitar Jembatan Kota Paris, Kamis (22/4/2021).

Wahyudi menjadi salah satu warga yang tidak sepakat dengan pembongkaran jalan. Menurutnya, jika kembali diaktifkan, jembatan itu mempermudah aktivitas warga.

"Kalau bisa sih jangan dibongkar, jangan ditutup, kalau bisa sih diperbaiki lagi, diperbagus, karena kan ini akses jalan warga ke pasar, berangkat kerja. Jangan (gara-gara) masalah tawuran, jembatan ditutup," ujarnya.

Dia mengakui jembatan tersebut pernah dipakai oleh orang yang akan tawuran. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak ada kaitannya dengan keberadaan jembatan.

"Tawurannya sih di jalan nggak di jembatan, jembatan kan cuma buat jalan orang doang, buat orang lewat," kata Wahyudi.

Kini Jembatan Kota Paris ditutup barier beton agar tak bisa dilintasi akses tawuran. Warga mengatakan hal tersebut dilakukan sembari menunggu persetujuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk pembongkaran.

"Katanya sih sementara sambil menunggu persetujuan Gubernur untuk dirobohkan," kata Ketua RT 01 RW 06 Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Maman Hermana saat dihubungi, Rabu (21/4).

Maman menyebut memang ada warga yang menolak pembongkaran jembatan. Namun, menurutnya, mayoritas warga dan keputusan forum RT dan RW memutuskan untuk sepakat membongkar jembatan.

"Sudah minta persetujuan tanda tangan warga dari warga RW 06, RW 08, sama RW 01, kita sudah minta tanda tangan persetujuan, banyaknya menyetujui sih," kata Maman.

Soal kegiatan bagi pemuda di lingkungan, Maman menyebut setempat membahas rencana kegiatan. Namun hal tersebut belum terealisasi hingga kini.

"Dari kelurahan, mungkin dari wilayah setempat ada, bahkan dulu kan katanya anak-anak pemuda itu biar ada kerjaan mau dibikinin semacam buat pencucian motor itu, cuma kan kita belum terealisasi semacam itu, jadi baru wacana-wacana gitu," kata Maman.

Simak juga 'Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)