Bareskrim Ungkap Bos EDCCash Sempat Mau Bikin Bank Perkreditan Rakyat

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 10:42 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika (Adhyasta-detikcom)
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menangkap enam tersangka investasi bodong EDCCash, yang membuat puluhan ribu orang merugi. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika mengatakan para pelaku ingin mendirikan bank perkreditan rakyat (BPR).

"Bahkan kami menemukan adanya indikasi mereka juga ingin mendirikan bank perkreditan rakyat, kita menemukan fakta itu," ujar Helmy kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (22/4/2021).

Helmy menjelaskan EDCCash merupakan usaha ilegal karena tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Selain itu, EDCCash baru mengurus izin usaha mereka setelah beroperasi, bukan sebelumnya.

"Usaha ini tidak terdaftar di Bappebti, jadi ilegal. Kemudian dokumen kepengurusan izin usaha dan sebagainya itu dibuat setelah mereka beroperasi, bukan sebelum. Setelah berjalan, baru dia membuat," tuturnya.

Polri telah membuka bagian pengaduan untuk masyarakat yang menjadi korban investasi bodong. Laporan bakal ditindaklanjuti oleh Subdit Industri Keuangan Non Bank Dittipideksus.

"Dittipideksus membuka desk pengaduan laporan. Jadi kepada masyarakat bahwa kami membuka desk pengaduan laporan kepada masyarakat yang mengalami atau menjadi korban, bisa melaporkan kepada Dittipideksus, Subdit Industri Keuangan Non Bank," jelas Helmy.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri mengungkap modus kasus investasi bodong EDCCash yang merugikan 57 ribu orang yang menjadi member. Polri menyebut setiap member diminta mentransfer uang senilai Rp 5 juta.

"Jadi setiap member akan diminta transfer Rp 5 juta, yang dari uang Rp 5 juta akan dikonversikan menjadi koin senilai 200 koin. Jadi Rp 4 juta untuk koin 200 koin. Kemudian Rp 300 ribu adalah untuk sewa cloud dan Rp 700 ribu untuk upline-nya," ujar Helmy dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (22/4).

Helmy mengatakan para member dijanjikan dengan diam saja bisa dapat untung 0,5 persen setiap hari. Untuk per bulan, mereka dijanjikan keuntungan 15 persen.

"Kemudian dijanjikan bahwa diam saja, tidak aktif, akan dapat keuntungan 0,5 persen per hari dan 15 persen per bulan. Diam saja. Apalagi kalau aktif mencari downline dia akan dapat 35 koin," katanya.

Selain itu, Helmy membeberkan ada 57 ribu orang yang jadi member EDCCash. Jika mereka semua menyumbang Rp 5 juta, para tersangka EDCCash setidaknya sudah mendapat keuntungan Rp 285 miliar.

"Itu kalau flat Rp 5 juta. Tapi mungkin ada yang top up dan sebagainya," tutur Helmy.

Simak Video: Investasi Bodong EDC-Cash Tipu 57 Ribu Member, Raup Ratusan Miliar!

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)