detikcom Do Your Magic

Beda Bina Marga dan Dishub DKI soal Penghalang Trotoar Depan Kuningan City

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 10:31 WIB
Pengendara melintas di trotoar kolong jalan layang non tol (JLNT) Casablanca, Jakarta, Rabu (7/4/2021).
Trotoar di depan Mal Kuningan City yang jadi tempat putar balik sepeda motor (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Trotoar depan Mal Kuningan City, Jakarta Selatan, menjadi tempat putar balik sepeda motor. Ada perbedaan pandangan antara Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta soal pemasangan penghalang sepeda motor di lokasi.

Awalnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan Dishub akan memasang penghalang di trotoar depan Kuningan City agar pemotor tak bisa berputar balik. Harapannya, fungsi trotoar untuk pejalan kaki benar-benar bisa diterapkan dengan baik.

"Tadi Dishub sudah melaporkan, Pak Syafrin (Kadishub DKI Jakarta), segera dibuat pembatas sehingga trotoar tersebut, tidak lagi digunakan untuk tempat putar balik atau memarkir motor, atau ojol dan sebagainya," ucap Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Ariza) kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, 23 April lalu.

Dishub DKI pun telah mengirimkan usulan soal bollard atau pembatas trotoar kepada Bina Marga. Namun, Bina Marga menyebut tak bisa memasang pembatas di trotoar Kuningan City.

"Kuningan itu, kalau kita pasang bollard biar kendaraan nggak bisa masuk, nanti dikomplain sama Koalisi Pejalan Kaki. Karena apa? Disabilitas nggak bisa masuk. Satu-satunya (cara) memang penegakan disiplin lagi," ucap Kadis Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, Kamis (15/4).

Menurut Hari, pemasangan pembatas dengan model sebagaimana yang ada di trotoar tengah Jl Prof Dr Satrio itu sudah sesuai aturan. Jarak tersebut merupakan akses bagi penyandang disabilitas dengan kursi roda. Daripada dipasang pembatas, lebih baik ada pengetatan penegakan disiplin.

Sebenarnya, ada jenis portal S yang masih bisa dilalui oleh kursi roda tapi mampu menghalangi sepeda motor. Namun, Hari menyebut tak bisa memasang portal S di trotoar Jl Prof Dr Satrio kolong Jalan Layang Non Tol (JLNT) itu.

"Itu kan roda yang ngelengkur, kalau yang tunanetra kan susah, nanti muter-muter gitu. Kalau yang untuk tunanetra, susah," ujarnya.

Tonton juga Video: Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 Miliar untuk Tata Trotoar

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2