Catatan Laksda (Purn) Soleman soal Hilangnya KRI Nanggala-402

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 06:47 WIB
Kapal selam RI dikabarkan hilang kontak di perairan utara Bali. Kapal selam yang hilang itu adalah kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402. Seperti apa potretnya?
Ilustrasi/ KRI Nanggala-402 (Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Jakarta -

Pengamat kemaritiman dan intelijen, Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Soleman Ponto menyoroti sisi pemeliharaan atau maintenance dari hilangnya kapal selam dari TNI AL, KRI Nanggala-402. Soleman meminta TNI AL mengaudit maintenance KRI Nanggala-402.

"Ini kejadian pertama kali sepanjang TNI AL berdiri. Itu kapal selam dari tahun '79. Makanya saya selalu bilang jangan beli bekas-bekas, beli baru saja bisa rusak kaya begini, apalagi beli bekas," kata Soleman kepada detikcom, Kamis (22/4/2021).

Soleman mengatakan KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam yang dibeli dalam kondisi baru dari pabriknya di Jerman.

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) ini menuturkan usia dari armada tempur tidak jadi masalah selama maintenance-nya baik. Namun, lanjut Soleman, perlu dipastikan juga suku cadang alat utama sistem senjata (alutsista) tetap diproduksi oleh pabriknya.

"Usia itu tergantung dari pemeliharaannya. Kalau pemeliharaan bagus, usia tidak masalah. Hanya semakin lama kapal itu, sparepartnya masih dijual apa tidak?" ujar Soleman.

"Makanya karena kejadian ini harus dilihat maintenancenya seperti apa terakhir-terakhir ini. Harus diaudit internal itu. Misalnya maintenancenya apa saja, pergantian sparepartnya yang kritis itu bagaimana, pakai sparepart yang mana seperti depth seal, propellernya," sambung Soleman.

Menurut Soleman, KRI Nanggala-402 mampu menyelam hingga kedalaman maksimal 700 meter, meski batas aman 500 meter. Namun untuk batas selam maksimal, kondisi depth seal harus prima.

"Kita masih belum tahu yang terjadi sekarang ini apakah terjadi kebocoran, kan kita belum tau. Kalau Nanggala itu 700 meter memang paling dalam. Amannya memang di kedalaman 500 meter, tapi maksimumnya dia 700 meter," sebut Soleman.

"Kalau makin dalam menyelam misalkan, depth seal-nya itu dia harus kuat nahan itu, kalau tidak kuat, bocor, (air) ya masuk. Itu kalau kebocoran, nah itu harus diaudit pergantian depth seal-nya kapan," imbuh Soleman.

Lihat juga Video: Kapal Selam Hilang, Prabowo Sorot Modernisasi Alutsista 3 Matra TNI

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2