Spotlight

Meneropong Nasib KRI Nanggala-402 yang Masih Hilang

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 03:14 WIB
Kapal selam RI dikabarkan hilang kontak di perairan utara Bali. Kapal selam yang hilang itu adalah kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402. Seperti apa potretnya?
Foto: Ini Potret Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak di Bali (ANTARA FOTO/Eric Ireng)
Jakarta -

Pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Utara Bali belum berbuah hasil. KRI-Nanggala ini hilang kontak saat berada di kedalaman 600 hingga 700 meter.

Sebagaimana diketahui, kapal buatan Jerman tahun 1979 ini hilang kontak pada 04.30 WIB, 21 April 2021. KRI Nanggala-402 hilang kontak saat hendak melakukan latihan penembakan torpedo. Ada 53 orang yang ada di dalamnya.

Berbagai upaya pun dilakukan, seperti menggandeng Singapura hingga Australia untuk mencari kapal selam ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, mengatakan KRI-Nanggala hilang kontak di kedalaman 600 hingga 700 meter. Dia mengatakan kapal diduga mengalami black out. Kapal kehilangan kendali sehingga tak bisa timbul ke permukaan lagi.

Melihat kondisi ini, pakar Kapal Selam dari Intitut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Wisnu Wardhana menyebut batas aman kedalaman kapal selam berada maksimal 300 meter. Dia khawatir dengan kondisi KRI Nanggala, maka dari itu dia berharap kapal bisa dievakuasi segera.

"Maksimal 300 meter (titik kedalaman aman). Saya khawatir kita harus salvage (selamatkan) kapal secepatnya," kata Wisnu saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Namun, dia tidak bisa menduga kondisi kapal tersebut saat berada di kedalaman lebih dari 300 meter.

Secara terpisah peneliti dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), Beni Sukadis juga mengatakan hal yang senada. Dia tidak mempunyai jawaban pasti terkait kondisi kapal selam saat berada di kedalaman 600 hingga 700 meter.

"Saya nggak bisa jawab secara pasti, tapi mudah-mudahan kapal selamnya masih utuh dan ditemukan oleh tim SAR," kata Beni.

Dia pun menjelaskan soal prosedur evakuasi yang bisa dilakukan dalam kondisi seperti ini. Menurutnya, tim SAR membutuhkan mini sub yang membawa kru penyelam.

"Peralatan yang bisa digunakan adalah mini sub yang membawa kru penyelam, setahu saya kita nggak punya kapal penyelamat kapal selam. Beberapa negara supaya Singapur, memiliki kapal yang akan tiba akhir pekan dilokasi, MV Swift Rescue. Yaitu submersible craft yang bisa membawa beberapa orang penyelam yang melakukan operasi SAR di bawah laut," ungkapnya.

Kendati demikian dia mengingatkan bahwa kedalaman 700 meter sangatlah dalam. Maka dari itu, proses evakuasi bisa sangat berisiko.

"Karena 700 meter ini kan sangat dalam jadi sangat riskan operasi SAR sehingga memerlukan suatu peralatan canggih tersebut," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2