Round-Up

Ada Azis Syamsuddin di Antara Penyidik KPK dan Wali Kota Penyuapnya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 03:51 WIB
Jakarta -

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS) dan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) ditetapkan tersangka oleh KPK. Keduanya dikenalkan oleh Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin (AZ).

Hal itu diungkap oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara perkara Wali Kota Tangjungbalai. Firli menyebut pertemuan ketiga nama itu terjadi pada Oktober tahun lalu.

"Pada Oktober 2020 SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas AZ, Wakil Ketua DPR di Jakarta Selatan," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021).

Saat itu, Azis Syamsuddin memperkenalkan M Syahrial kepada Stepanus Robin Pattuju. Azis meminta Stepanus membantu M Syahrial.

"Dalam pertemuan tersebut AZ memperkenalkan SRP dengan MS terkait penyelidikan dugaan korupsi di pemerintahan Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK," tutur Firli.

Dari pertemuan itu, M Syahrial dan Stepanus sepakat membuat sebuah komitmen. Guna menghentikan kasus itu, kedua belah pihak menyetujui uang pelicin sebesar Rp 1,5 miliar.

"Menindaklanjuti pertemuan di rumah AZ, kemudian SRP diperkenalkan kepada MS untuk bisa membantu permasalahannya. SRP bersama MH sepakat untuk membuat komitmen dengan MS terkait penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi di pemkot tanjung balai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar," kata Firli.

MS kemudian mentransfer uang itu kepada SRP secara bertahap. Namun rekening bank penerima bukan atas nama SRP, melainkan atas nama Riefka Amalia (RA) yang merupakan pihak swasta.

"MS menyetujui permintaan tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap kurang lebih 59 kali transfer kepada rekening milik saudara RA teman dari saudara SRP dan juga MS memberikan uang secara tunai kepada SRP sehingga total uang yang telah diterima oleh SRP kurang lebih Rp 1,3 miliar," kata dia.

"Pembukaan rekening bank oleh RSP dengan menggunakan nama RA dimaksud telah disiapkan sejak Juni 2020 atas inisiatif MH," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2