Momen Penganiayaan Perawat Berujung Penggantian Satpam RS Siloam

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 13:55 WIB
Video aksi penganiayaan terhadap perawat sebuah RS di Palembang viral di medsos. Korban melaporkan kejadian ke polisi. (Screenshot video viral)
Foto: Video aksi penganiayaan terhadap perawat sebuah RS di Palembang viral di medsos. Korban melaporkan kejadian ke polisi. (Screenshot video viral)
Palembang -

Pihak satuan pengamanan (satpam) yang bertugas di RS Siloam Sriwijaya Palembang turut terdampak usai terjadi insiden penganiayaan perawat perempuan oleh keluarga pasien. Pergantian dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pengamanan.

Diketahui penganiayaan terhadap perawat bernama Christina Remauli (27) terjadi pada Kamis (15/4), sekitar pukul 13.30 WIB. Christina secara bertubi-tubi dianiaya oleh pria bernama Jason Tjakrawinata (38).

Peristiwa penganiayaan terhadap Christina terekam kamera hingga videonya viral di media sosial (medsos). Momen penganiayaan tersebut terasa begitu mencekam.

Dalam video yang beredar di medsos, awalnya terlihat Jason yang mengenakan kaus merah dan topi putih sedang bersitegang dengan tiga orang perawat perempuan yakni Christina dan dua perawat lain yang mencoba menyelamatkannya. Christina sedang coba dibawa keluar dari ruang perawatan, tempat terjadinya penganiayaan yang dilakukan Jason.

Jason menahan Christina untuk tidak keluar. Dalam momen tersebut, terlihat Jason menarik rambut korban.

Tindakan tersebut sontak memicu ketiga perawat yang ada di dalam ruangan histeris. Sementara itu, di depan pintu tampak petugas keamanan bersama perawat perempuan lainnya menyaksikan peristiwa tersebut.

Satpam tersebut terlihat membuka pintu dan berusaha menarik ketiga perawat dari ruangan tersebut. Namun upaya satpam tersebut terkesan tak responsif dan tidak berhasil menyelamatkan ketiga perawat.

Terdengar suara perempuan yang ketakutan mengucap istigfar saat melihat korban ditarik pelaku secara kasar.

Peristiwa tersebut memicu sejumlah orang lain mendatangi lokasi. Ada seorang pria berpakaian bebas yang mengaku sebagai polisi mencoba melerai keributan. Namun pria terduga pelaku tetap emosional dan menghardik.

Christina akhirnya bisa dibawa perawat lain untuk keluar dari lokasi tersebut. Ketakutan terlihat jelas di muka Christina meski sudah bisa lepas dari ancaman penganiayaan yang dilakukan pelaku.

Kepada polisi, Christina mengaku dipanggil ke ruang perawatan nomor 6026 di RS tersebut. Lalu dia ditanya soal cara melepas infus di tangan anak yang dirawat di ruangan tersebut.

Namun belum sempat korban menjawab, terlapor langsung memukul wajah Christina. Meski sempat dilerai oleh perawat lainnya, terlapor tetap memukul kembali wajah korban. Korban sempat berlutut di depan pelaku sambil meminta maaf. Namun terlapor tetap menendang perut dan menjambak rambutnya.

Dalam kasus ini, Jason Tjakrawinata ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Palembang.

Jason dijerat Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara karena menganiaya perawat RS Siloam. Selain itu, Jason dijerat pasal perusakan karena merusak ponsel milik perawat RS Siloam lainnya, berinisial AR, yang pada saat kejadian merekam aksi keributan tersebut.

Jason Tjakrawinata telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Dia mengaku menganiaya perawat tersebut karena emosi sesaat.

Semua petugas satpam RS Siloam Sriwijaya Palembang diganti setelah terjadi insiden penganiayaan terhadap perawat oleh keluarga pasien. Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya, Bona Fernando, mengatakan petugas keamanan berasal dari pihak ketiga.

"Sekuriti tersebut menggunakan dari pihak ketiga, bukan murni dari RS Siloam. Pihak ketiga yang memang kami kontrak," ujar Bona Fernando kepada wartawan, Selasa (20/4).

Dalam video yang viral, saat terjadi penganiayaan salah satu petugas keamanan yang ada di lokasi tampak tak responsif dalam melindungi perawat. Bona mengaku pihaknya telah berdiskusi dengan vendor jasa pengamanan tersebut dan menghasilkan beberapa tindakan, yakni termasuk pembinaan, rotasi, dan relokasi petugas keamanan tersebut.

"Semua diserahkan kepada pihak ketiga. Menanggapi kasus kemarin sedang dilakukan oleh pihak vendor. Sudah dilakukan evaluasi dari pihak vendor," katanya.

Menurut Bona, kebijakan terkait pemutusan kontrak kerja atau pun lainnya yang menyangkut dengan petugas keamanan tersebut merupakan wewenang dari vendor penyedia jasa keamanan.

"Dari vendor juga ada juga training dan refreshing, yang jelas kita evaluasi. Mereka di-training ulang, dibina, dan dilihat sejauh mana standar kerja yang mampu dikuasai," ungkap Bona.

Simak video 'Perawat RS Siloam Korban Penganiayaan Alami Trauma, Begini Kondisinya':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/fjp)