Nadiem Ketemu Mega Bisa Jadi Blunder Politik

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 13:20 WIB
Jakarta -

Pertemuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendibud) Nadiem Makarim dan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri di tengah isu reshuffle kabinet menuai perhatian publik. Pertemuan ini dinilai bisa menjadi blunder politik Nadiem Makarim.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio atau Hensat, menyebut Nadiem Makarim seperti tak percaya diri karena bertemu dengan Megawati. Nadiem, menurut Hensat, sepatutnya percaya diri dengan kinerjanya.

"Mas Nadiem itu nggak PD itu ketemu Bu Mega. Kalau dia percaya diri dengan kinerjanya ya dia harusnya biasa-biasa saja ya," kata Hensat kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Ketidakpercayadirian Nadiem, menurut Hensat, bisa menjadi blunder. Namun Hensat menilai tak pas jika pertemuan dengan Mega disebut sebagai pencarian suaka politik Nadiem.

"Tapi dengan ketidakpedean ini bisa jadi blunder tuh. Ketemu Ibu Megawati sebagai tokoh bangsa sih bagus, tapi ketemu Bu Megawati seperti apa yang diberitakan apakah cari suaka politik, nah itu menurut saya agak tidak pas," ujarnya.

Lebih lanjut, Hensat bertanya-tanya apakah Nadiem memberi tahu Presiden Jokowi terkait pertemuan dengan Mega. Menurut Hensat, ada bahasa berbeda antara pertemuan politik dengan silaturahmi.

"Dan yang terpenting adalah, Mas Nadiem ketemu Bu Mega sudah seizin dan sepengetahuan Pak Jokowi belum? Nah kalau belum, di politik bahasanya bisa berbeda antara silaturahmi dengan pertemuan politik," ucapnua.

Soal isi pertemuan, Hensat menilai bisa saja seputar pesan Mega kepada Nadiem untuk meluruskan sejarah tahun 1965. Namun, melihat kondisi politik saat ini yang hangat dengan isu reshuffle, pertemuan dengan Megawati bisa jadi blunder politik Nadiem Makarim.

"Ya jadi Mas Nadiem harus hati-hati walaupun mungkin saja pembicaraannya seputar arahan Bu Mega kepada Mas Nadiem untuk meluruskan sejarah tahun 1965," sebut Hensat.

"Nah tapi, dengan situsi politik saat ini, ada isu reshuffle, kemudian ada keinginan banyak pihak agar Mas Nadiem diganti, pertemuan dengan Ibu Mega itu bisa jadi blunder politik juga dan saya yakin Bu Mega juga nggak suka tuh ada konflik antara dirinya dengan Pak Jokowi," sambungnya.

Nadiem pun diingatkan oleh Hensat agar berhati-hati ke depannya.

"Pasti sebagai yang pernah menjabat sebagai presiden, Ibu Mega mengerti pasti bahwa kalau masalah jabatan menteri itu prerogatif presiden, jadi mesti hati-hati Mas Nadiem. Dan mungkin bisa jadi siap-siap," imbuhnya.

Nadiem Makarim sebelumnya disorot di tengah isu reshuffle kabinet. Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menyinggung kemungkinan ada pihak yang mengincar kursi Nadiem Makarim.

"Rumor, mungkin ada yang sedang ngincar kursi itu," kata Andreas Hugo kepada wartawan, Rabu (21/4). Andreas menjawab pertanyaan soal sejumlah kritik ke Nadiem Makarim.

(rfs/gbr)