Masih di Dubai, Asdianti Tersangka Jual-beli Pulau Lantigiang Masuk DPO

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 12:35 WIB
Wanita pembeli Pulau Lantigiang, Asdianti (Hermawan/detikcom).
Asdianti tersangka jual-beli Pulau Lantigiang. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Tersangka kasus jual-beli Pulau Lantigiang, di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Asdianti, sudah 2 kali mangkir dari panggilan polisi. Polisi juga mengirim surat ke Imigrasi agar Asdianti segera dideportasi dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

"Sudah minta copy surat permintaan Imigrasi untuk Asdianti dipulangkan dari Dubai, bisa kalau dia terlibat hukum," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat ditemui di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (21/4/2021).

Surat permintaan deportasi itu keluar karena Asdianti dinilai tidak kooperatif setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus jual-beli Pulau Lantigiang. Dia juga dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO) karena 2 kali mangkir dari panggilan polisi.

"Pernah dipanggil 2 kali sebagai tersangka kemudian tidak menghadiri, kemudian dia dijadikan DPO. Kemudian karena keberadaannya katanya di Dubai, Uni Emirat Arab, maka dikirim surat ke Imigrasi (untuk dideportasi)," katanya.

Sementara itu, berkas tersangka lainnya dalam kasus ini disebut sudah siap dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Berkas tersangka Kasman sudah P21. Tetapi belum dilimpahkan kejaksaan, karena Kasman masih sakit, karena dia tidak ditahan waktu itu, tapi berkasnya sudah keluar dan tidak ada masalah. Kalau Abdullah kepala desa sudah diperiksa sebagai tersangka dan berkasnya sudah dilengkapi," paparnya.

Asdianti ditetapkan menjadi tersangka karena diduga punya peran penting dalam kasus jual-beli Pulau Lantigiang. Di antara perannya, dia turut menjadi bagian dari upaya kongkalikong dengan Kasman, selaku pihak penjual, dalam memalsukan akta kepemilikan lahan Pulau Lantigiang.

Upaya Asdianti itu disebut memang memaksakan terjadinya jual-beli agar Pulau Lantigiang dapat dia kelola.

"Asdianti kan sudah diyakinkan oleh kepala balai bahwa itu merupakan milik pemerintah daerah. Nah, tetapi Asdianti tetap melakukan negosiasi pembelian," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (13/4) lalu.

"Bahkan, menurut pemeriksaan penyidik, dia (Asdianti) juga mengetahui adanya permainan kongkalikong pembuatan akta palsu itu," ujar Zulpan.

Tonton juga Video: Viral Jual-Beli Pulau Pendek, Bupati Buton: Pulau Berstatus APL

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/idh)