Wanti-wanti Segera Pulang untuk Tersangka Pembeli Pulau Lantigiang

ADVERTISEMENT

Round-Up

Wanti-wanti Segera Pulang untuk Tersangka Pembeli Pulau Lantigiang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 22:11 WIB
Wanita pembeli Pulau Lantigiang, Asdianti (Hermawan/detikcom).
Wanita pembeli Pulau Lantigiang, Asdianti (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polisi masih belum memeriksa tersangka kasus jual-beli Pulau Lantigiang, Selayar, Asdianti, lantaran masih berada di luar negeri. Pihak kepolisian pun memperingatkan Asdianti untuk segera kembali ke Indonesia.

Asdianti sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian beberapa pekan lalu. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual-beli lahan di pulau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate itu bersama eks Kepala Desa Jinato, Abdullah. Kini pihak kepolisian mewanti-wanti Asdianti segera kembali ke Indonesia.

"Berdasarkan undang-undang, kan jika tidak hadir pada pemanggilan kedua ada upaya hukum yang kita bisa lakukan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Zulpan saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (23/3/2021).

Zaulpan menyebut pihaknya terkendala menyidik kasus ini lantaran Asdianti belum bisa dimintai keterangan karena belum berada di Sulsel. Polisi juga meminta kuasa hukum Asdianti segera menghadirkan kliennya pada pemeriksaan berikutnya.

"Saat ini dia ada di Dubai, jadi kita imbau untuk menghadiri pemeriksaan," ucapnya.

Selain Asdianti, polisi telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka, yaitu Kasman yang berperan sebagai penerima uang muka pembelian pulau sebesar Rp 10 juta. Tersangka kedua adalah Syamsul Alam yang menjual pulau itu; dan terakhir adalah Asdianti selaku pembeli pulau.

Kasman dijerat dengan Pasal 266 KUHP dan Pasal 40 ayat 2 juncto Pasal 33 ayat 3 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan minimal hukuman 3 tahun penjara. Sedangkan Syamsul Alam dan Asdianti dikenai Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT