Komnas Perempuan Nilai TikTok 'Persalinan' dr Kevin Pelecehan Seksual

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 15:27 WIB
dr Kevin Samuel minta maaf atas video TikTok-nya. (Dok Istimewa/viral)
Foto: dr Kevin Samuel minta maaf atas video TikTok-nya. (Dok Istimewa/viral)
Jakarta -

Sosok dr Kevin Samuel Marpaung menjadi sorotan setelah video konten TikTok miliknya mengenai pemeriksaan vagina dalam persiapan persalinan dikecam. Komnas Perempuan menyesalkan prilaku dr Kevin.

"Sangat disesalkan perilaku dia, sebagai seorang dokter, yang seharusnya membuat orang atau perempuan nyaman dan aman ketika dalam penanganan," ujar Komisioner Komnas Perempuan Retty Ratnawati, saat dihubungi Selasa (20/4/2021).

Retty mengatakan yang dilakukan dr Kevin tidak pantas sebagai prilaku dokter. Serta dinilai melanggar sumpah dokter dan melanggar etika kedokteran.

"Sangat tidak pantas sebagai perilaku dokter, karena dia sudah melanggar sumpah dokter 'saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya', juga melanggar etika kedokteran," tuturnya.

Menurut Retty, kasus ini perlu ditangani oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Perbuatan dr Kevin juga disebut masuk dalam prilaku pelecehan seksual.

"Maka sudah sepatutnya kalau penanganan sementara dilakukan oleh MKEK. Kejadian ini termasuk perilaku pelecehan seksual atau juga dikenal sebagai obstetric harrasment," kata Retty.

"Sayangnya, perilaku pelecehan seksual ini belum dikenali oleh payung hukum di negara kita. Perilaku ini juga melanggar yang ditetapkan dalam CEDAW (Gr 35). Payung hukum untuk pelecehan seksual fisik dan non fisik menjadi salah satu usulan Komnas Perempuan dan JMS untuk diatur dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual," sambungnya.

Meski begitu, Retty meyakini sebagian dokter memegang teguh kode etik dan menghormati martabat pasiennya. Retty meminta tidak takut melakukan pemeriksaan diri serta mengenali hak sebagai pasien.

"Namun, Komnas Perempuan meyakini sebagian besar dokter memegang teguh kode etik kedokteran dan menghormati tubuh dan martabat pasiennya. Karena itu, perempuan tetaplah memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan dan kenali hak-hak sebagai pasien, sehingga relasi dokter-pasien akan berjalan dengan baik dan berkontribusi pada kesehatan perempuan," kata Retty.

Diberitakan sebelumnya, sosok dr Kevin Samuel Marpaung menjadi sorotan setelah video konten TikTok miliknya dikecam. Diketahui video berdurasi 15 detik mengenai pemeriksaan vagina dalam persiapan persalinan.

Unggahan dr Kevin pertama kali dimuat di aplikasi berbagai video pada Sabtu (17/4/2021) lalu melalui akun @dr.kepinsamuelmpg. Video itu berisi adegan dokter muda itu sedang memperagakan pemeriksaan vagina dengan teks percakapan dengan bidan.

Berikut adegan dan petikan teks dalam video viral itu.

Muncul teks, "Dok, Tolong Cek Pasien Ny.A udh pembukaan berapa..."

Lalu dokter tersebut menjawab, "Oke, kak..." dr Kevin mengernyitkan mata dan menggigit bibir bawah, mengacungkan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) menunjukkan persiapan melakukan pemeriksaan vaginal touche.

Vaginal touche adalah pemeriksaan dengan metode memasukkan dua jari pemeriksa ke dalam vagina ibu untuk memeriksa pembukaan serviks atau leher rahim, apakah telah siap untuk proses kelahiran bayi atau belum.

Dokter tersebut kemudian memutar mata ke atas dan mendongak dengan keterangan 'Awkward moment'. Sambil bergoyang-goyang, dr Kevin menjawab, "Pembukaan 3 kak." Demikian isi konten TikTok itu.

Permintaan maaf pun disampaikan oleh dr Kevin melalui video yang diedarkan di media sosial. Dia mengakui bahwa kurang berhati-hati dalam membuat konten.

(dwia/imk)