Fakta Heboh dr Kevin Samuel Marpaung, Kecaman dan Permintaan Maaf

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 10:10 WIB
dr Kevin Samuel minta maaf atas video TikTok-nya. (Dok Istimewa/viral)
Dr Kevin Samuel minta maaf atas video TikTok-nya. (Istimewa/Viral)
Jakarta -

Sosok dr Kevin Samuel Marpaung menjadi sorotan setelah video konten TikTok miliknya dikecam. Diketahui video berdurasi 15 detik mengenai pemeriksaan vagina dalam persiapan persalinan.

Unggahan dr Kevin pertama kali dimuat di aplikasi berbagai video pada Sabtu (17/4/2021) lalu melalui akun @dr.kepinsamuelmpg. Video itu berisi adegan dokter muda itu sedang memperagakan pemeriksaan vagina dengan teks percakapan dengan bidan.

TikTok dr Kevin Samuel yang melecehkan perempuan. (Viral media sosial)TikTok dr Kevin Samuel yang melecehkan perempuan. (Viral media sosial)

Berikut ini Fakta-fakta Heboh dr Kevin Samuel Marpaung.

Konten TikTok picu kecaman

Dr Kevin Samuel Marpaung mendapatkan kecaman dari berbagai pihak setelah videonya viral. Salah satunya dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks), yang menuntut agar surat izin praktik dokter (SIP) miliknya dicabut.

"Cabut SIP dan keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dokter yang membuat konten melecehkan pengalaman pasien!" demikian rilis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) yang diterima detikcom, Sabtu (17/4/2021).

Kompaks mengatakan video tersebut merendahkan perempuan. Konten itu adalah pelecehan terhadap perempuan, yang seharusnya mendapat pelayanan kesehatan.

Lebih lanjut, dr Kevin Samuel Marpaung dinilai tidak sensitif terhadap situasi dan pengalaman pasien perempuan saat menghadapi persalinan. Bahayanya, perempuan bisa tidak percaya lagi terhadap dokter.

"Tindakan tenaga kesehatan yang melakukan pelecehan maupun membuat tayangan video demi popularitas yang tidak sensitif terhadap situasi dan pengalaman pasien perempuan saat menghadapi persalinan dan melakukan pemeriksaan transvaginal dapat menurunkan tingkat kepercayaan untuk mengakses layanan kesehatan reproduksi, dan berdampak pada kesehatan ibu hamil dan melahirkan," kata Kompaks.

Kompaks menilai dr Kevin diduga telah melakukan pelanggaran Kode Etika Dokter Indonesia (Kodeki) serta melanggar sumpah dokter.

"Kami mengecam konten buatan dr Kevin Samuel yang menunjukkan sikap melecehkan dalam reka adegan pemeriksaan pasien sebelum persalinan. Sikap ini bertentangan dengan nilai etis dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam profesi dokter," ungkap dr Gabriella Sandranila Suryadana dari Dokter Tanpa Stigma, sebagaimana tertulis dalam rilis pers Kompaks.

Permintaan Maaf dr Kevin

Permintaan maaf pun disampaikan oleh dr Kevin melalui video yang diedarkan di media sosial. Dia mengakui bahwa kurang berhati-hati dalam membuat konten.

Video tersebut juga telah dipastikan kebenarannya oleh relawan COVID-19 dr Tirta Mandira Hudi saat dimintai klarifikasi oleh detikcom, Sabtu (17/4/2021).

"Saya dokter Kevin ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas video konten saya mengenai pembukaan yang di mana di video tersebut saya tidak berhati-hati dalam memilih soundtrack dan memasang ekspresi wajah yang terkesan melecehkan," kata dr Kevin Samuel Marpaung.

IDI Telusuri Status dr Kevin

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) masih melakukan pengecekan terkait status Kevin Samuel Marpaung.

"Kami sudah minta, itu ada bidang terkait dengan pembinaan anggota untuk menelusuri yang bersangkutan dan nanti yang bersangkutan akan kami panggil untuk kami mintai klarifikasi. Jadi itu yang awal yang kami lakukan. Hasilnya belum, karena ini masih kami telusuri dia ini anggota cabang mana, posisi di mana, kerja di mana, masih kami telusuri dan nanti kami akan lakukan pemanggilan untuk klarifikasi," ujar Ketua IDI Daeng Mohammad Faqih kepada detikcom saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Daeng mengaku hingga saat ini dia beserta pihak IDI belum mendapat laporan terkait status dr Kevin Samuel.

Simak video 'Permintaan Maaf dr Kevin Usai Konten TikTok-nya soal Persalinan Dikecam':

[Gambas:Video 20detik]

(izt/imk)