Kuasa Hukum Sandi Pertanyakan Urgensi Panggilan Kemendagri

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 17:26 WIB
Sandi dan Razman
Sandi dan Razman (Karin/detikcom)
Jakarta -

Petugas Damkar Kota Depok Sandi Butar-Butar kembali tidak menghadiri panggilan dari Kemendagri terkait laporannya mengenai kasus dugaan korupsi di Damkar Depok. Kuasa hukum Sandi, Razman Arief, mempertanyakan kepentingan kliennya dipanggil Kemendagri, sementara kasus ini telah berlanjut di ranah pidana.

"Oleh karena itu, terkait markup, pemotongan, pengadaan, dll, kita hari ini tidak memenuhi undangan dari Inspektor Jendral Departemen Dalam Negeri, karena itu fungsi pengawasan internal. Sementara masalah ini sudah masuk ke ranah hukum," kata Razman kepada wartawan di RAN Law Firm Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021)

Razman mengungkap konteks pemanggilan Sandi patut dipertanyakan masyarakat. Hal tersebut karena, Razman mengklaim, pihak Kemendagri meminta untuk tidak perlu didampingi pengacara dan hanya Sandi sendiri yang datang ke Kemendagri.

"Maka kalau Inspektor Jenderal ingin memanggil Saudara Sandi, mereka katakan nggak perlu pengacara, cukup Saudara Sandi saja. Beliau (Sandi) nggak ngerti hukum. Dalam posisi apa beliau dipanggil?" tegas Razman.

Razman akan mempertanyakan konteks pemanggilan Kemendagri terhadap Sandi.

"Kalau Kemendagri nanti komunikasi by phone, saya tanya urgensinya apa, tentang apa, kalau oke, setuju dengan pikiran kita, kita akan datang," ujarnya.

Menurut Razman, jika pihak Kemendagri ingin mendapatkan keterangan resmi, seharusnya juga melibatkan pihak kepolisian dan kejaksaan. Ini dikarenakan kasus Sandi sendiri sudah menempuh jalur hukum.

"Kalau untuk memberi keterangan dan mendapat keterangan yang resmi di sana untuk mereka, bantu saja petugas kepolisian. Bantu saja pihak kejaksaan dan lakukan pengusutan," kata Razman.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan kembali memanggil petugas Damkar Kota Depok Sandi, yang membongkar dugaan tindak pidana korupsi di institusinya. Pemanggilan dijadwalkan dilakukan Senin (19/4) depan.

"Karena waktu undangan pertama yang bersangkutan belum bisa hadir. Mudah-mudahan bisa hadir hari Senin," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).

Benny mengatakan pihaknya telah membentuk tim pemeriksaan terkait kasus ini. Benny menuturkan nantinya Sandi akan bertemu dengan tim pemeriksa dan pihak inspektorat daerah.

Dia mengatakan beberapa pertanyaan akan diberikan terkait dugaan korupsi yang dibongkar Sandi. Menurutnya, pihaknya memerlukan informasi secara terperinci.

"Pembahasan tentunya seputar informasi yang sudah disampaikan Pak Sandi. Tim tentunya perlu mendapatkan keterangan dan informasi yang lebih rinci dan jelas," tuturnya.

(yld/yld)