Miris, Petugas Damkar Depok Beraksi Pakai Uang Pribadi

Deden Gunawan - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 14:26 WIB
Sandi Junior Butar Butar, petugas damkar depok
Sandi dan rekannya, petugas Damkar Depok. (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Selain persoalan gaji yang selalu dipotong ratusan ribu rupiah, para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok juga mengeluhkan soal terbatas dan buruknya fasilitas alat kerja mereka. Untuk sepatu Harvic dan baju alat pelindung diri (APD) tahan api, misalnya, jumlahnya cuma delapan pasang untuk 16 petugas.

"Iya, kita memang gentian pakainya. Di tim saya ada tujuh orang, tim lainnya 8 orang," kata Sandi Junior Butar Butar dalam program Blak-blakan detikcom, Senin (19/4/2021).

Semua perlengkapan itu sudah bertahun-tahun digunakan sehingga kondisinya lusuh. Bahkan untuk baju, di beberapa bagian terlihat compang-camping. Kecuali baju hitam, yang oranye dan merah warnanya sudah pudar sehingga terlihat seperti berjamur.

"Ini malah sobek di selangkangan, Bang," imbuh Sandi seraya memperlihatkan celana APD yang sobek.

Di antara deretan sepatu Harvic, ada senso (gergaji mesin untuk pemotong kayu) berwarna oranye. Itu satu-satunya gergaji milik Tim Damkar Balai Kota Depok. Kondisinya terlihat masih bagus. Tapi tak otomatis bisa digunakan karena tak ada oli dan bensin di dalamnya.

Bila tiba-tiba ada panggilan untuk memotong pohon tumbang yang mengganggu arus lalu lintas atau gangguan lainnya, petugas yang piket terpaksa merogoh kocek sendiri. "Nggak ada reimburse dari kantor, Bang. Ini sudah beberapa kali kejadian kayak gitu," kata Sandi.

Mantan pekerja infotainment yang bergabung dengan Damkar sejak Oktober 2015 itu satu-satunya petugas yang mau bercerita. Dia juga satu-satunya petugas yang pertama kali memprotes beberapa potongan honor yang menjadi hak para petugas. Dia menyampaikan protes dan mem-posting-nya di media sosial sehingga menjadi viral.

Di poster yang diusungnya tertulis kalimat, "Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'. Ada juga poster, 'Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi Dinas Pemadaman Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar'.

Sandi dan sejumlah temannya telah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Depok. Sementara atasan mereka diperiksa polisi. Kepala Dinas Damkar Depok Gandara dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (16/4/2021) lalu membantah seluruh pernyataan Sandi.

Simak video 'Blak-blakan Sandi Petugas Damkar Depok, Protes Gaji Dipotong-Diancam Dipecat':

[Gambas:Video 20detik]



(deg/jat)