Suara Mahasiswa

GMKI Kritik Komitmen Pemerintah dalam Penggunaan Energi Terbarukan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 11:32 WIB
Ketua Umum DPP GMKI, Jefri Gultom.
Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom (Foto: dok. GMKI)
Jakarta -

Komitmen pemerintah mewujudkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dikritisi mahasiswa. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menilai komitmen pemerintah belum tampak nyata untuk mewujudkan penggunaan energi ramah lingkungan ini.

Pernyataan sikap GMKI diterima detikcom lewat keterangan tertulis pada Senin (19/4/2021).

Indonesia sudah mempunyai UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention On Climate Change. Namun, dilansir Antara, realisasi pemanfaatan energi terbarukan pada 2021 baru 11,2 persen dari target 32 persen pada 2025.

PP GMKI menilai pemerintah mengabaikan Paris Agreement, yang telah disepakati 194 negara, termasuk Indonesia, pada 2016.

"Ini menandakan bahwa pemerintah Indonesia belum menunjukkan komitmennya mengenai penggunaan energi bersih terbarukan," kata Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom.

Pengurus Pusat (PP) GMKI menilai komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi C02 kurang tampak. Transisi energi bersih sulit tercapai akibat porsi batu bara terus meningkat hingga 2024 mengingat total keseluruhan sumber daya batu bara di Indonesia masih 143 miliar ton, sebagaimana dilansir Antara.

Di sisi lain, investasi proyek energi baru terbarukan juga tidak menarik sehingga investasi juga dinilainya sulit dilakukan. Kementerian juga tidak bersinergi dalam pengembangan energi terbarukan.

Selanjutnya, tawaran solusi:

Selanjutnya
Halaman
1 2