Suara Mahasiswa

BEM SI: Terorisme Tak Punya Agama

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 22:33 WIB
Ilustrasi pelaku teror dari ISIS
Gambar Ilustrasi, tak berhubungan langsung dengan berita. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Peristiwa terorisme dua kali terjadi pada selang waktu yang relatif pendek, yakni bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri (Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia). Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (BEM SI) mendukung polisi untuk mengusut tuntas terorisme sampai ke akar-akar masalahnya. Tak perlu mengaitkan terorisme dengan agama.

"Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menyakiti apalagi menumpahkan darah. Terorism has no religion," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Nofrian Fadil Akbar, dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (3/4/2021).

BEM SI mendefinisikan terorisme sebagai tindakan yang memiliki siasat politik dan bertujuan menebar rasa takut. Teror semacam itu mengancam ketahanan nasional. Bahaya terorisme secara umum begitu besar, termasuk banyaknya korban jiwa.

"Mengingat ancaman tindak terorisme dewasa ini begitu besar, perlu adanya kerja sama antarseluruh aparatur negara baik TNI maupun Polri, bekerja sama dengan masyarakat untuk memberikan pencegahan dan pencerdasan akan bahayanya aksi terorisme," kata Nofrian.

Peristiwa di Makassar dan Mabes Polri baru-baru ini menjadi penegasan bahwa tidak boleh lagi ada tempat bagi terorisme di Indonesia. BEM SI menyampaikan pernyataan sikapnya sebagai berikut:

1. Mengecam dan mengutuk segala bentuk tindak Terorisme yang terjadi di Indonesia
2. Mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya terkait permasalahan ini.
3. Meminta kepada pihak kepolisian untuk selalu menjaga keamanan dan menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia
4. Mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar untuk mencegah terjadinya aksi terorisme.

Peristiwa bom bunuh diri Makassar terjadi pada 28 Maret lalu. Pelakunya adalah pasangan suami istri berinisial L dan YSF. Kedua pelaku tewas di tempat. Beruntung, tak ada korban jiwa lainnya. 20 Orang luka-luka akibat serangan bom itu.

Sementara, peristiwa penyerangan Mabes Polri terjadi pada 31 Maret lalu. Pelakunya adalah Zakiah Aini, perempuan usia 25 tahun yang menggunakan airgun. Upaya penyerangan Zakiah berakhir setelah polisi menembaknya. Zakiah tewas.

(dnu/eva)