Round-Up

Cap Pengkhianat ke Oknum Tentara Membelot Gabung KKB Papua

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 20:08 WIB
Pratu Lukius Y Matuan, oknum prajurit TNI yang membelot ke KKB Papua (ANTARA/HO/pihak ketiga)
Pratu Lukius Y Matuan, oknum prajurit TNI yang membelot ke KKB Papua (ANTARA/HO/pihak ketiga)

"Dia sudah tiga hari lebih kabur, kalau pun dia kembali, ya dia tetap dipecat. Gaji dan hak-haknya dia sudah distop," ucap Suriastawa.

Suriastawa mengatakan soal pengkhianatan prajurit TNI itu pun telah disiarkan oleh pihak KKB.

"(Kabar) dari kelompok itu, berita TPNPB menyampaikan bahwa memang dia mau bergabung masuk ke sana. Kalau memang diculik pasti (TPNPB) pasti lebih bangga menyebutkan. Tapi ini pasti dia (prajurit yang membelot) melarikan diri (dari TNI)," jelas Suriastawa.

Suriastawa mengatakan front OPM sudah frustrasi. Dalam tubuh OPM disebut ada tiga front yang punya tugas masing-masing.

"Ketiga front OPM sudah frustrasi. Front politiknya frustrasi karena upaya menggagalkan revisi UU Otsus tidak berhasil. Front bersenjata frustrasi karena posisinya makin terjepit dengan operasi penegakan hukum yang digelar Polri dibantu TNI. Front klandestinnya juga frustrasi karena modusnya di bidang media sudah terbongkar," jelasnya.

Diketahui, dalam seminggu terakhir terjadi kekerasan yang dilakukan KKB di Kabupaten Puncak, Papua. Terbaru, seorang pelajar di Ilaga, Kabupaten Puncak, bernama Ali Mom ditembak mati pada Kamis (15/4) sekitar pukul 19.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan sebelum ditembak, pelajar tersebut dihubungi orang tak dikenal untuk membeli rokok dan pinang kemudian diminta diantar ke Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Korban memenuhi permintaan tersebut. Korban mengantar barang-barang tersebut ke lokasi yang telah disebutkan dengan menggunakan sepeda motor. Namun di jalan dia dihadang dan ditembak hingga tewas.

Sebelumnya, KKB telah membunuh tiga warga sipil lainnya yang berprofesi sebagai guru hingga tukang ojek. KKB juga merusak sekolah, rumah warga, dan membakar rumah anggota DPRD di Beoga.

Pada Kamis (8/4) lalu, seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma. Pada Jumat (9/4), guru SMP bernama Yonathan Randen tewas ditembak KKB. Tukang ojek bernama Udin (41) tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4). Pada Kamis (15/4), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB.

Simak video 'Pendeta di Beoga Ungkap Kekejian KKB: Sekolah, Anak Perempuan Hancur'.

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(jbr/jbr)