Pendeta di Beoga Papua Ungkap Kekejian KKB, Gadis-gadis Desa Diperkosa

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 12:20 WIB
Jakarta -

Pendeta di Distrik Beoga, Puncak, Papua, bersaksi bahwa gerombolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) memperkosa gadis-gadis desa. Beoga menjadi 'hitam' karena ulah KKB.

Kesaksian soal kekejaman KKB di Beoga ini disampaikan oleh Satgas Nemangkawi lewat keterangan pers tertulis serta video yang diterima detikcom, Sabtu (17/4/2021).

"Kami para gembala (gereja) su tidak dianggap lagi. Kampung Kami (Beoga) su hitam karena mereka (KKB)," kata Pendeta Jupinus Wama.

Pendeta Jupinus Wama berasal dari Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Dia juga merupakan pegawai yang mendampingi aparat TNI dan Polri yang melihat proses olah TKP di bangunan sekolah yang dibakar KKB.

Sebanyak 12 unit bangun sekolah yang dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (ANTARA News Papua/HO-Humas Polsek Beoga)Sebanyak 12 unit bangunan sekolah dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (ANTARA News Papua/HO-Humas Polsek Beoga)

KKB membakar bangunan sekolah, membunuh dua guru pendatang, merusak rumah warga asli, dan memperkosa anak-anak gadis warga yang berusia di bawah umur. Pendeta Jupinus lantas mencurahkan isi hatinya. Pendeta Jupinus tidak dapat menoleransi perbuatan KKB yang tidak beradab.

"Masyarakat marah, tuan tanah marah, Tuhan marah. Kami semua su (sudah) marah sekarang. Mereka kasih hancur bukan hanya gedung sekolah saja, tapi kita punya anak-anak perempuan mereka kasih hancur. Kami su di rumah, rumah pun mereka kasih hancur," kata Jupinus mencurahkan kepedihan warga atas perbuatan tak berperikemanusiaan KKB. Dia menyebut 'anak-anak perempuan mereka kasih hancur' yang artinya pemerkosaan KKB terhadap gadis-gadis desa.

Selanjutnya, kondisi aman usai aparat TNI dan Polri datang:



Selanjutnya
Halaman
1 2