Anggota Komisi I DPR Minta Aparat Tindak KKB Papua: Jangan Berlarut-larut!

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 14:53 WIB
Cagub Jabar TB Hasanuddin menjalani syuting Blak-blakan DCandidate detikcom di Jakarta
TB Hasanuddin (Rachman Haryanto/detikcom)

TB Sebut PNS Pemda Juga Disasar untuk Ikut KKB

Terkait peristiwa seorang oknum prajurit TNI dari Batalion Infanteri (Yonif) 410/Alugoro bergabung ke OPM, TB Hasanuddin meminta semua waspada agar tidak terjadi hal serupa.

Dia bahkan menyebut saat ini kelompok itu tidak hanya menyasar ke TNI, tetapi juga berusaha mengajak PNS tingkat pemda bergabung ke kelompok mereka.

"Saya kira harus diwaspadai karena ada kelompok-kelompok juga yang kemudian menggarap pemerintah daerah, ada yang menggarap PNS, ada ini, ada dari kelompok OPM itu dalam bidang... kan ada bidang bersenjata, bidang politik. Nah, yang urusan politik itulah dia menggarap pemda, PNS, kemudian menggarap TNI-polisi supaya berpihak, dan sekarang hasilnya sudah ada, ada anggota TNI yang memihak," tuturnya.

"Jadi kita harus waspadai ini, (memihak) ya ikut bertempur, mengajak, kalau TNI mengajak ikut bertempur, kalau kepada PNS ya mengajak ikut membantu pemerintahannya," tambahnya.

Diketahui, dalam sepekan terakhir ini, ulah KKB telah mengakibatkan empat nyawa melayang, meliputi nyawa warga yang berprofesi sebagai guru hingga tukang ojek. KKB merusak sekolah, rumah warga, dan membakar rumah anggota DPRD di Beoga.

Pada Kamis (8/4), seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma. Pada Jumat (9/4), guru SMP bernama Yonathan Randen tewas ditembak KKB. Tukang ojek bernama Udin (41) tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4). Pada Kamis (15/4), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB.

Kemudian, KKB itu juga disebut memperkosa gadis-gadis desa. Beoga menjadi 'hitam' karena ulah KKB.

Kesaksian soal kekejaman KKB di Beoga ini disampaikan oleh Satgas Nemangkawi lewat keterangan pers tertulis serta video yang diterima detikcom, Sabtu (17/4).

"Kami para gembala (gereja) su tidak dianggap lagi. Kampung Kami (Beoga) su hitam karena mereka (KKB)," kata Pendeta Jupinus Wama.

Halaman

(zap/hri)