Round-Up

Aksi Terawan Suntik Langsung Vaksin Nusantara di Tengah Kritik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 03:00 WIB
Eks Menkes dr Terawan Agus Putranto hadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Ia turut pamerkan Vaksin Corona Nusantara yang disebut aman untuk digunakan warga.
Terawan Agus Putranto / Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Polemik Vaksin Nusantara besutan mantan Menkes Terawan Agus Putranto belum berakhir. Di tengah serbuan kritik, Terawan turun langsung menyuntikkan vaksin itu.

Seperti diketahui, Vaksin Nusantara belum memperoleh restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk riset tersebut untuk lanjut ke uji klinis fase II. Alasannya, ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam uji klinis vaksin Nusantara.

Kritik untuk Vaksin Nusantara juga datang dari kalangan pakar. Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa vaksin Nusantara tak diawali dengan transparansi. Padahal, vaksin untuk strategi pandemi harus didukung teknologi riset yang jelas.

"Harusnya diawali dengan transparansi. Kalau di dunia ilmiah bahwa ini punya potensi ke depan, ini diakui. Tapi kalau kita bicara strategi pandemi, strategi pandemi ini harus memilih intervensi atau teknologi riset yang jelas memberikan dampak," kata Dicky saat dihubungi, Rabu (14/4/2021).

Sejumlah anggota komisi IX DPR RI mendatangi RSPAD Gatot Soebroto. Mereka mengikuti pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin nusantara.Sejumlah anggota komisi IX DPR RI mendatangi RSPAD Gatot Soebroto. Mereka mengikuti pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin nusantara. Foto: Rengga Sancaya

Meski begitu, Vaksin Nusantara lanjut terus. Sejumlah tokoh hingga anggota DPR menjadi relawan penelitian ini. Pembelaan untuk Vaksin Nusantara pun datang dari para anggota dewan. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku kesediaannya mengikuti uji klinis Vaksin Nusantara guna mendukung produk dalam negeri. Menurutnya, vaksin produksi dalam negeri harus didukung.

"Saya pikir begini, kita kan harus mendukung produksi dalam negeri, terutama produksi anak bangsa. Nah, kita tahu bahwa vaksin-vaksin dari luar ini juga masuknya nggak gampang ke Indonesia, apalagi saat sekarang ini embargo vaksin dilakukan oleh negara-negara penghasil vaksin," tutur Dasco.

"Oleh karena itu, kita harus support vaksin-vaksin yang ada, kita tahu juga bahwa ada vaksin-vaksin mandiri. Nah, saya pikir dengan ada vaksin Nusantara akan menambah kekayaan vaksin, apalagi produksi dalam negeri sehingga bisa membantu pemerintah untuk menekan laju COVID di negara kita," sambung Dasco.

Di tengah polemik, Terawan lalu muncul. Dia langsung menyuntikkan Vaksin Nusantara ke mantan Ketum Golkar Aburizal Bakrie. Pria yang akrab disapa Ical itu sudah lebih dulu mengikuti pengambilan sampel.

Selengkapnya soal momen Terawan menyuntikkan Vaksin Nusantara dapat disimak di halaman berikutnya.