Seabrek Alasan Para Tokoh Ikut Vaksin Nusantara yang Kontroversial

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 11:18 WIB
Sejumlah anggota komisi IX DPR RI mendatangi RSPAD Gatot Soebroto. Mereka mengikuti pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin nusantara.
RSPAD lokasi vaksinasi vaksin Nusantara (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah tokoh mengikuti vaksinasi vaksin Nusantara. Padahal, hingga kini, vaksin tersebut belum mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM belum mengeluarkan izin bagi riset tersebut untuk lanjut ke uji klinis fase II. Alasannya, ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam uji klinis vaksin Nusantara.

BPOM mengungkapkan, dalam hearing atau diskusi bersama para peneliti vaksin Nusantara pada 16 Maret 2021, terungkap jumlah KTD dalam uji fase I mencapai 71,4 persen dari total relawan uji klinis.

Sebanyak 20 dari 28 subjek mengalami kejadian yang tidak diinginkan (KTD). Beberapa relawan uji klinis juga mengalami KTD di kategori 3 dengan tingkat keluhan efek samping lebih berat. Karena itulah, BPOM belum memberikan restu vaksin Nusantara untuk melanjutkan uji klinis.

Namun, nyatanya, belum adanya restu dari BPOM itu tak menghentikan langkah sejumlah tokoh untuk berpartisipasi dalam vaksinasi vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu.

Berbagai macam alasan mengapa menyodorkan diri untuk divaksinasi vaksin Nusantara disampaikan para tokoh tersebut. Mulai alasan memiliki penyakit bawaan hingga percaya pada kemampuan Terawan.

Berikut daftar tokoh dan berbagai macam alasannya mengikuti vaksinasi Vaksin Nusantara:

1. Mantan Menkes Siti Fadhilah Supari

Siti Fadilah menjadi salah satu tokoh yang menyodorkan diri untuk divaksinasi vaksin Nusantara. Memiliki penyakit penyerta atau bawaan menjadi salah satu alasan Siti memilih vaksin Nusantara.

Siti mengikuti pengambilan sampel darah untuk uji vaksin Nusantara pada Kamis (15/4) kemarin. Dia memberi dukungan kepada Terawan meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan izin kelanjutan uji klinis vaksin Nusantara.

"Saya orang tua yang mempunyai komorbid, saya tahu tidak bisa dengan vaksin yang ada. Nah, ini ada suatu harapan atau kemungkinan bahwa ini lebih personal dan memang harus personal," kata Siti kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

"Kedua, saya ingin menghargai, saya menghargai pendapat scientist ya, pendapat ilmuwan. Makanya saya mendukung penelitian ini. Saya ikut penelitiannya. Ini penelitian. Bukan vaksinasi, tapi penelitian. Saya menghargai pendapat dr Terawan yang saya sudah kenal. Dia seorang researcher. Nah, saya mendukung dengan cara mengikuti penelitian ini. Karena ini baru penelitian," sambungnya.

2. Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo juga ambil bagian dalam vaksinasi vaksin Nusantara. Gatot mengaku bersedia mengikuti pengambilan sampel darah untuk uji vaksin Nusantara demi bangsa dan negara.

"Saya ini lahir di sini, makan di sini, minum di sini, diberi ilmu di sini, dan dididik sebagai seorang prajurit di Bumi Pertiwi. Kemudian ada hasil karya putra Indonesia yang terbaik kemudian uji klinik, kenapa tidak saya. Apa pun saya lakukan untuk bangsa dan negara ini," ujar Gatot setelah menjalani uji klinis vaksin Nusantara di RSPAD, Jakarta Pusat, Rabu (14/4/2021).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Masih soal Seputar Kontroversi Vaksin Nusantara

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2