KSAD Yakin Akademis Aprililo Manganang Meningkat Dibimbing Prof Yohanes

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 14:43 WIB
Jakarta -

Fisikawan Indonesia Profesor Yohanes Surya menjadi pembimbing Serda Aprilio Perkasa Manganang karena disebut masalah akademisnya tertinggal. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yakin kecerdasan akademis Aprilio meningkat di bawah bimbingan Prof Yohanes.

"Sudah ditangani oleh Profesor Yohanes Surya dengan timnya. Jadi saya sangat yakin, paling tidak adalah proses percepatan ya," kata Andika kepada wartawan di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021).

Andika berharap, setelah Aprilio mendapat bimbingan akademis dari Prof Yohanes, kecerdasannya meningkat. Andika ingin Aprilio memiliki kecerdasan akademis yang sama baiknya dengan prajurit TNI AD lain.

"Sehingga dia akan bisa memiliki cognitive skills segala macam itu yang lebih rata-ratalah, average, sama dengan mereka-mereka juga yang masuk prajurit Angkatan Darat," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Prof Yohanes Surya memberikan tugas pertama kepada Serda Aprilio Perkasa Manganang, yang menjadi anak didiknya. Tugas pertama bagi Aprilio adalah mempelajari video Prof Yohanes mengajar aritmetika.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aritmetika artinya pengkajian bilangan bulat positif melalui penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, serta pemakaian hasilnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Mungkin besok asisten saya bawa video saya ngajar tentang kali, bagi, tambah, kurang, pecahan desimal. Tolong dipelajari, dalam 5 hari paling tidak sudah ada hasil," kata Prof Yohanes kepada Aprilio Manganang di RSPAD Gatot Soebroto seperti dilihat detikcom di YouTube TNI AD, Senin (12/4).

Pertemuan Prof Yohanes dan Aprilio Manganang berawal dari keinginan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menjadikan Aprilio dan kakaknya, Amasya Manganang, mengatasi ketertinggalan masalah akademisnya. Andika sebelumnya menuturkan masa SMP Aprilio dan Amasya Manganang yang dihabiskan untuk berlatih voli membuat keduanya tertinggal secara akademis.

"Jadi dua ini (Aprilio dan Amasya) tumbuhnya memang tidak sempurna. Dia secara psikologis, dia memulai karier sebagai atlet lebih muda, sejak dia SMP sehingga akademiknya itu tertinggal," ucap Andika kepada Prof Yohanes sebelumnya.

Andika meminta Prof Yohanes mengajari Aprilio Manganang dan kakaknya tentang ilmu pengetahuan dasar agar intelektualitas kedua mantan atlet voli putri nasional itu meningkat.

"Ini yang perlu dikasih program sama Prof. Tapi tidak usah jadi juara (fisika), hanya memberikan foundation agar dia lebih berpengetahuan, lebih bisa berpikir secara intelektual," tutur Andika.

(whn/man)