Sidang Kasus Swab HRS

Bima Arya Tak Cabut Laporan ke RS Ummi karena Kapolda Jabar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 16:22 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya, dalam kesaksiannya menyatakan Satgas Covid-19 Bogor dan RS UMMI sempat sepakat melakukan tes swab terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS). Namun rencana tersebut batal lantaran Habib Rizieq dan keluarga sudah menjalani tes swab diam-diam.
Bima Arya saat bersaksi di persidangan Habib Rizieq. (20detik)
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) heran dengan sikap Wali Kota Bogor Bima Arya yang mengurungkan niatnya mencabut laporan terhadap RS Ummi. Bima Arya pun mengaku urung mencabut, lantaran ada pernyataan Kapolda Jawa Barat yang menyatakan laporan tersebut tak bisa dicabut.

Pernyataan itu disampaikan dalam dalam persidangan kasus swab RS Ummi di PN Jakarta Timur, kemarin, Rabu (14/4/2021). Habib Rizieq mulanya menyayangkan sikap Bima Arya yang tak menggunakan pendekatan kekeluargaan.

Padahal, menurut Habib Rizieq, Bima Arya dan dia sama-sama dekat dengan ulama Bogor, Habib Mahdi Assegaf dan KH Muhammad Husni Thamrin atau Abi Tham. Menurutnya, seharusnya Bima Arya bisa meminta Abi Tham menjadi perantara penyelesaian kasus swab tersebut secara kekeluargaan.

"Anda kenal dengan yang kita hormati, orang tua kita bersama, KH Muhammad Husni Thamrin, Abi Tham. Itu juga pendukung Anda luar biasa, Abi Tham orang tua saya. Kalau Anda kontak Abi Tham, Abi Tham suruh saya temui Anda, jangankan saya lagi sehat, saya lagi sakit pun saya datang ke kantor anda. Jadi kenapa pintu-pintu ini tidak digunakan untuk kita humanis, kekeluargaan menyelesaikan persoalan kekeluargaan," kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq kemudian bertanya ke Bima Arya, siapa sosok yang menghalanginya menggunakan pendekatan kekeluargaan. Bima Arya pun menjawab bahwa persoalan ini adalah antara Satgas COVID-19 Kota Bogor dan RS Ummi.

"Artinya kenapa nggak maksimal menggunakan pendekatan kekeluargaan, tadi anda bilang Habib Hanif kooperatif, Habib Hanif baik santun ngobrol. Artinya, pintu itu ada. Siapa yang menghalangi Anda untuk tidak memanfaatkan pintu kekeluargaan ini?" tanya Habib Rizieq.

"Begini bib, setiap persoalan ada konteksnya dan konteks ini antara satgas dengan Rs Ummi. Jadi saya sebagai ketua satgas tidak langsung kepada Habib Rizieq, tapi kepada RS Ummi yang tidak melakukan prosedurnya," jawab Bima Arya.

"Kedua komunikasi dengan Habib Mahdi juga terbangun setelah itu. Saya tidak menutup ketika Habib Mahdi ingin bertemu... (suara tidak terdengar)," lanjutnya.

"Tapi Sudah laporan itu?" tanya Habib Rizieq lagi.

"Iya karena laporan itu kan kesepakatan satgas. Saya adalah salah satu personel satgas," jawab Bima Arya.

Habib Rizieq kemudian menyampaikan perihal adanya niat Bima Arya untuk mencabut laporan. Dia mengatakan, niat tersebut terbesit usai pertemuan dengan para ulama Bogor. Namun ternyata pencabutan laporan itu tak jadi dilakukan Bima Arya.

"Anda ada pertemuan dengan para habaib dan para ulama, termasuk Habib Mahdi, setelah laporan dan tadi mengakui akan pertimbangkan akan cabut laporan, bahkan tadi Anda bercerita sudah ada niat cabut laporan. Tapi anda cerita ada yang menyatakan dari polda tak boleh di cabut," kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq pun lantas bertanya mengapa Bima Arya urung mencabut laporannya. Bima Arya kemudian beralasan tak jadi mencabut laporannya karena pernyataan Kapolda Jawa Barat.

"Sekarang pertanyaan saya, di Pemkot Bogor punya ahli hukum. Anda punya ahli hukum kan? Kenapa nggak tanya bahwa delik aduan itu bisa dicabut kapan saja, kalau polisi mengatakan itu delik umum, nggak mesti Anda yang melapor atau staf anda. Artinya tidak ada larangan dalam UU kita siapa pun boleh untuk mencabut laporannya. Siapa dari polda yang menyatakan tidak boleh dicabut?" tanya Habib Rizieq.

"Habib tentunya menyaksikan sendiri secara langsung, kapolda secara terbuka menyampaikan ke media (suara tidak terdengar, karena Habib Rizieq menyela) tidak bisa dicabut," jawab Bima Arya.

"Kapolda yang menyampaikan? Anda langsung percaya itu? Anda tidak bertanya lagi ke ahli hukum dari Pemkot?" tanya Habib Rizieq.

"Tentu saja kami konsultasi," timpal Bima Arya lagi.

Habib Rizieq pun heran dengan jawaban Bima Arya. Karena itu, dia menyimpulkan bahwa Kapolda Jawa Barat telah berbohong.

"Ya berarti kapoldanya melakukan kebohongan. Kalau yang mengatakan aduan tidak boleh dicabut, berarti itu suatu kebohongan. Kenapa Anda tidak bertanya ke ahli hukum Anda?" tanya Habib Rizieq masih mencecar Bima Arya.

"Saya tidak mau fokus ke sana, karena bagi saya penyelesaian kasus hukum ini bisa membuat kejelasan bagi semua," jawab Bima Arya.

(mae/fjp)