Round-Up

Amarah Habib Rizieq Tak Teredam Kala Bima Arya Cerita Swab Diam-diam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 04:39 WIB
Jakarta -

Amarah Habib Rizieq tak terbendung di persidangan kasus tes swab RS Ummi. Kemarahannya itu dipicu kesaksian Wali Kota Bogor Bima Arya.

Dalam persidangan pemeriksaan saksi itu, Bima Arya memang mengungkap sejumlah hal. Salah satunya perihal Habib Rizieq yang melakukan tes swab diam-diam dan menyembunyikan hasilnya.

Padahal, kata Bima Arya, kala itu menantu Habib Rizieq, Hanif Alatas sepakat tes usap Habib Rizieq akan didampingi pihaknya. Namun ternyata, Habib Rizieq justru telah melakukan tes swab diam-diam.

"Saya meminta ke rumah sakit untuk menginformasikan saja kedatangan (tim MER-C) jam berapa, tetapi dr Andi menyampaikan masih menunggu kedatangan dari Jakarta, mungkin setelah salat Jumat kemudian kami bersiap-bersiap mengirim tim pendamping bakda Jumat," jelas Bima Arya di PN Jaktim, Rabu (14/4/2021).

"Tapi sudah sepakat lakukan swab?" tanya jaksa.

"Sudah sepakat untuk mendampingi (tes swab), ternyata menurut Andi Tatat, swab sudah dilakukan tanpa sepengetahuan beliau," jawab Bima Arya.

Bima Arya juga menyebut Habib Rizieq enggan menyampaikan hasil tes swabnya. Penolakan itu bahkan dikirimkan melalui surat kepadanya.

"Kami tunggu hari Sabtu. Tapi yang saya terima surat Habib Rizieq kepada saya, tetapi disampaikan kepada terbuka. Surat tertulis yang tidak berkenaan untuk menyampaikan hasil swab PCR. Diketik, ditandatangani, saya mendapat fotokopi, ditujukan kepada wali kota," ungkap Bima Arya.

Karena itu lah Bima Arya kemudian menganggap RS Ummi enggan berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Bogor. Sehingga dia memutuskan memolisikan RS Ummi lantaran menghalang-halangi pencegahan penularan COVID-19.

"Karena pihak RS tidak menyampaikan laporan secara apa adanya. Dalam melaksanakan tugasnya harus menyampaikan laporan secara berkala atau setiap ditemukan kasus suspek COVID-19. Jadi sebelum terkonfirmasi pun ketika masih suspek harus dilaporkan. Karena kami setiap hari kami harus mendata," kata Bima Arya.

Saat giliran mengajukan pertanyaan, Habib Rizieq pun bertubi-tubi mencecar Bima Arya. Dia heran dengan kesaksian Bima Arya di persidangan.

Habib Rizieq mengklaim alasannya tak bisa menyampaikan hasil tes swabnya lantaran saat itu hasil belum keluar. Selain itu, menurutnya, tim dokternya yang melakukan tes swab kala itu sudah menunggu pihak Satgas COVID-19. Namun, Satgas tak kunjung datang.

"Jadi anda punya rencana apa? Makanya tadi saya katakan, 26 anda datang ke RS, 27 RS (MER-C) dateng, 28 langsung lapor polisi. Sigap betul. Semangat betul memenjarakan orang, semangat betul mengkriminalkan orang. Hati-hati ya Pak Bima kasus saya ini yang sedang disidang, kita sedang membuktikan kalau di sidang ini apakah terjadi kriminalisasi terhadap pasien, apakah terjadi kriminalisasi terhadap para dokter, apakah terjadi kriminalisasi terhadap RS Ummi," tutur Habib Rizieq.

"RS Ummi mengatakan tunggu hasil PCR. Hasil PCR masuk, RS Ummi akan memberikan laporan. Anda tidak sabar. Besoknya laporkan polisi," imbuh dia.

Habib Rizieq juga mempertanyakan pernyataan Bima Arya dalam berita acara pemeriksaannya (BAP). Dia heran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor itu menganggap dirinya berbohong perihal hasil swab tesnya di RS Ummi.

"Ini katakan ini habib bohong. Dan ini berbahaya kebohongan. Di mana bohongnya? Saya tidak sebut positif COVID atau negatif. Yang saya rasa segar. Nilai bohongnya di mana? Kalau saya dapat PCR 'habib bohong', saya ridha," katanya.

Setelah terus mencecar Bima Arya soal alasan melaporkan RS Ummi terkait hasil swabnya, Habib Rizieq kemudian berhenti bertanya. Pada momen itulah amarah Habib Rizieq mulai tampak tak teredam. Dia pun menyebut Bima Arya berbohong di persidangan.

"Kalau gitu saya buat pernyataan saja. Bahwa saksi hari ini melakukan kebohongan. Melanggar kesepakatan dia berbohong. Saya mengatakan tidak ada melanggar kesepakatan, kesepakatan itu masih berjalan. Rumah Ummi tidak bisa memberikan kepastian karena tes PCR dilakukan siang itu. Tapi yang bersangkutan tidak sabar, Wali Kota Bima Arya, di dalam persidangan ini melakukan kebohongan. Karena anda yang menarik saya," kata Habib Rizieq.

"Saya minta dicatat, bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya sekaligus Kepala Satgas COVID-19 di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan. Terima kasih," lanjutnya dengan nada tinggi.

Simak selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2