Petugas Damkar Depok 'Pembongkar Korupsi' Gandeng Razman Arif Jadi Pengacara

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 13:41 WIB
Razman Arif Nasution (Tiara-detikcom)
Razman Arif Nasution (kemeja biru). (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Sandi, yang membongkar dugaan tindak pidana korupsi di institusinya menggandeng pengacara Razman Arif Nasution. Dia mengatakan Razman merupakan sosok yang diusulkan teman-temannya.

"Iya (Razman), itu dikasih sama teman. Soalnya juga banyak pengacara yang kontak, tapi pas saya lihat, saya takutnya jadi proyek aji mumpung. Masyarakat nilai, kenapa saya pilih Bang Razman, kata teman-teman dia sudah terkenal," kata Sandi, Kamis (15/4/2021).

Sandi mengklaim Razman sudah bersedia menjadi pengacaranya. Dia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Razman.

"Iya (Razman) mau jadi pengacara saya. Dihubungi kok, saya juga sudah memberikan bukti-bukti ke dia dari e-mail, terus via WhatsApp, teleponan, video call juga. Karena dia (Razman) lagi di luar kota, jadi pendampingannya dari via telepon saja dulu," ujar Sandi.

Razman juga membenarkan dirinya menjadi pengacara Sandi. "Iya benar (saya menjadi kuasa hukum Sandi) sejak kemarin tanggal 14 April 2021," ucap Razman.

Sebelumnya, awal mula dugaan korupsi di kalangan internal Damkar Depok mencuat setelah salah satu anggota Damkar Sandi membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dia dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi mengatakan ada dugaan pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Simak video 'MenPAN-RB Ungkap Pencegahan Korupsi di Perizinan-Tata Niaga Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2