Petugas Damkar Depok 'Pembongkar Korupsi' Gandeng Razman Arif Jadi Pengacara

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 13:41 WIB
Razman Arif Nasution (Tiara-detikcom)
Razman Arif Nasution (kemeja biru). (Tiara/detikcom)

Dia mengaku menerima ancaman berupa desakan untuk mengundurkan diri hingga diberi surat peringatan (SP) oleh atasannya seusai aksinya itu. Dia juga mengaku dijutekin.

Kejaksaan Negeri Depok juga mulai menyelidiki dugaan korupsi pengadaan sepatu di Dinas Damkar Depok. Kejari menyebut telah mengumpulkan data dan informasi terkait dugaan korupsi sepatu damkar tersebut sejak bulan Maret.

"Bahwa terkait pengadaan sepatu di damkar Kota Depok Kejaksaan Negeri Depok telah melakukan pengumpulan data dan informasi sekitar akhir bulan Maret setelah adanya pemberitaan di media online lokal Kota Depok," kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok Herlangga Wisnu Murdianto saat dihubungi, Rabu (14/3).

"Beberapa pejabat di damkar telah dimintai klarifikasi untuk memperoleh informasi dan keterangan terkait pengadaan sepatu tersebut," sambungnya.

Kadis Damkar Bantah Tuduhan Sandi

Kepala Dinas Damkar Depok Gandara membantah dugaan korupsi yang diutarakan Sandi. Dia menyatakan perlengkapan Damkar sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tidak benar apa yang disampaikan. Perlengkapan sesuai dengan aturan," ujar Gandara saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (12/4).

Gandara menjelaskan pemotongan insentif yang juga dipersoalkan oleh Sandi. Menurutnya, insentif dipotong untuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

"Penjelasan dari bidang yang menangani, sebetulnya potongan itu buat BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban anggota dan potongan tidak sebesar itu. Teknisnya bisa tanya ke bidang," imbuhnya.

Dukungan terhadap Sandi juga terus mengalir. Kemendagri dan KSP mempersilakan Sandi mengadu soal dugaan korupsi itu.

Halaman

(sab/haf)