Round-Up

Skandal Persetubuhan Anak Anggota Dewan Berujung ke Polisi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 05:31 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pencabulan (Edi Wahyono/detikcom)


Disarankan Dinikahkan

Setelah mengetahui pencabulan itu, orang tua korban meminta pertanggungjawaban dari orang tua pelaku. Namun, orang tua pelaku saat itu menawarkan agar pelaku dan korban dinikahkan.

"Istri (saya) ke keluarganya, sempat ketemu dengan bapaknya (IHT) dan ibunya, Pak IHT, malah beliau sendiri menyarankan bahasa yang kurang bagus untuk anak di bawah umur. Ini menurut saya sudah nggak benar bahasa seorang wakil rakyat seperti ini, harus dinikahkan (korban dan pelaku)," katanya.

Menurut orang tua korban, hal itu untuk menjaga nama baik ayah pelaku, IHT selaku anggota DPRD Kota Bekasi.

"(Ibu pelaku mengatakan) tolong kita jaga nama baik dari bapaknya (anggota DPRD Kota Bekasi), tolong sekali saya sudah sarankan, betul pelaku anaknya (anggota DPRD Kota Bekasi), tapi dampaknya ada nama baik dari ortu, public figure lho," sambungnya.


Polisi Mulai Selidiki

Polres Metro Bekasi Kota telah menerima laporan korban. Polisi kini mulai menyelidiki laporan tersebut.

"Ya laporan baru kemarin dibuat dan sudah dilakukan visum dan akan ditindaklanjuti," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing saat dihubungi, Rabu (14/4/2021).

Erna mengatakan pihaknya akan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari saksi-saksi untuk mendukung penyelidikan.

"Penyelidikan pengecekan TKP mencari saksi-saksi, mencari bukti-bukti," katanya.


KPAI Mengecam

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas kasus persetubuhan itu. Terlebih orang tua pelaku meminta kepada orang tua korban untuk menikahkan keduanya.

"Perkawinan dini dapat berdampak buruk, terutama bagi anak perempuan. Apalagi jika pencabulan, korban kemungkinan mengalami trauma. Akan berat sekali baginya menjalankan pernikahan," imbuh Retno.

Pernikahan anak, ucap Retno, akan berdampak pada kesehatan fisik korban. Pasalnya, organ-organ seksual korban belum siap, apalagi bila hamil akan dapat mengancam jiwanya.

"Menikahkan pelaku dengan korban bukan jalan terbaik bagi kepentingan anak. Apalagi jika menikah untuk menggugurkan pidananya," katanya.

Halaman

(mea/lir)