detikcom Do Your Magic

PDIP: Pemprov Jangan Alasan Tak Ada Duit Beli Barier Jl Moh Kahfi I

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 17:32 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Jl Moh Kahfi I di Jakarta Selatan masih menanti barier untuk mengatasi macet yang senantiasa ada tiap jam sibuk. Pihak Pemprov DKI belum bisa menyediakan banyak barier karena masalah anggaran. Pihak Fraksi PDIP di DPRD DKI meminta Pemprov DKI berhenti menjadikan duit sebagai alasan.

"Pemprov DKI tidak boleh beralasan tidak ada duit," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono kepada detikcom, Rabu (14/4/2021).

Gembong menyadari beban Jl Moh Kahfi I sudah berat. Jalan sempit itu macet gara-gara salah satu ruasnya menjadi lokasi putar balik. Mobil dari Jl Warung Silah yang hendak masuk Jl Brigif harus berputar balik dan membuat arus lalu lintas berhenti, macet pun terjadi.

Barier atau pembatas jalan di Jl Moh Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 1 April 2021. (Afzal NI/deticom)Barier atau pembatas jalan di Jl Moh Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 1 April 2021. (Afzal NI/deticom)

Solusi jangka pendeknya adalah menjauhkan lokasi putar balik dari lokasi yang semula. Pemprov DKI akan menjauhkan titik putar balik pada jarak 700 meter dari lokasi persimpangan Jl Warung Silah-Jl Moh Kahfi-Jl Brigif. Untuk menjauhkan titik putar balik, dibutuhkan sekitar 700 buah barier. Hingga saat ini, baru ada 15 buah barier oranye.

"Tidak boleh ada alasan gara-gara tidak ada duit. Bisa juga barier-barier yang ada di tempat lain untuk dipindahkan ke Jl Moh Kahfi I," kata Gembong.

Dia memaklumi pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta berkurang di masa pandemi ini. Namun cara lain untuk memperoleh anggaran selain dari APBD masih ada, misalnya lewat CSR.

Barier atau pembatas jalan di Jl Moh Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 1 April 2021. (Afzal NI/deticom)Barier atau pembatas jalan di Jl Moh Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 1 April 2021. (Afzal NI/deticom)

"Sangat memungkinkan, kenapa tidak? Situasi pandemi saat ini membutuhkan kreativitas, bukan menyerah karena tidak ada duit," kata Gembong.

"Apalagi nominalnya tidak seberapa. Untuk ukuran Jakarta, itu kecil banget, apalagi untuk kepentingan rakyat Jakarta, apa pun harus dilakukan," ujarnya.

Selanjutnya, kata pihak Pemprov DKI.

Selanjutnya
Halaman
1 2