Gatot Nurmantyo Ngaku Ikut Uji Klinis Vaksin Nusantara demi Negara

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:47 WIB
Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat, Senin (7/9/2020). Deklarasi dilaksanakan di sebuah rumah, Kota Bandung, Senin (7/9/2020).
Foto: Yudha Maulana/detikcom
Jakarta -

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mengikuti pengambilan sampel darah untuk uji vaksin Nusantara. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan izin kelanjutan uji klinis vaksin Nusantara.

Gatot mengatakan uji klinis yang dilakukan terhadapnya berupa pengambilan darah. Dia merasa bangga menjadi bagian dari proses uji klinis karya anak bangsa tersebut.

Saat ditanya wartawan perihal uji klinis vaksin Nusantara yang belum mengantongi izin dari BPOM, Gatot menjawab tegas. Dia menyebut akan melakukan apapun demi bangsa dan negara.

"Saya ini lahir di sini, makan di sini, minum di sini, diberi ilmu di sini, dan dididik sebagai seorang prajurit di bumi pertiwi. Kemudian ada hasil karya putra Indonesia yang terbaik kemudian uji klinik, kenapa tidak saya. Apapun saya lakukan untuk bangsa dan negara ini," ujar Gatot setelah menjalani uji klinis vaksin Nusantara di RSPAD, Jakarta Pusat, Rabu (14/4/2021).

Dia mengaku tak tahu jika uji klinis vaksin Nusantara belum mengantongi izin dari BPOM. Gatot mengatakan eks Menkes dr Terawan Agus Putranto, yang notabene penggagas vaksin Nusantara, menawarinya vaksin COVID-19 yang berbasis sel dendritik itu.

"Saya tidak tahu ada izin atau tidak tetapi saya ditawari jadi uji klinik saya siap. (Ditawari dr Agus Terawan) iya. Saya tau dan saya siap," ucapnya.

Selain Gatot, sejumlah anggota DPR mengikuti uji klinis vaksin Nusantara ini. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

"Hari ini saya sudah mengambil sampel darah untuk diolah selama 7 hari untuk dijadikan vaksin Nusantara yang kemudian nanti akan dimasukkan ke dalam tubuh saya dalam 7 hari ke depan," kata Dasco.

Dalam kesempatan tersebut, Dasco juga menyampaikan alasannya mau mengikuti uji klinis vaksin Nusantara. Dia mengatakan keikutsertaannya ini sebagai bagian dari sikap mendukung produk dalam negeri.

"Saya pikir begini, kita kan harus mendukung produksi dalam negeri, terutama produksi anak bangsa. Nah, kita tahu bahwa vaksin-vaksin dari luar ini juga masuknya nggak gampang ke Indonesia, apalagi saat sekarang ini embargo vaksin dilakukan oleh negara-negara penghasil vaksin," tutur dia.

"Oleh karena itu, kita harus support vaksin-vaksin yang ada, kita tahu juga bahwa ada vaksin-vaksin mandiri. Nah, saya pikir dengan ada vaksin Nusantara akan menambah kekayaan vaksin, apalagi produksi dalam negeri sehingga bisa membantu pemerintah untuk menekan laju COVID di negara kita," sambung Dasco.

Simak video 'Kritik Pakar IDI soal DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara: Ini Ganjil':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)