Sidang Kasus Swab HRS

Bima Arya: Habib Rizieq Swab Diam-diam!

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 11:15 WIB
Jakarta -

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengungkapkan Satgas COVID-19 Bogor dan RS Ummi sempat sepakat melakukan tes swab terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS). Namun, tes itu tidak jadi dilakukan lantaran Habib Rizieq dan keluarga sudah menjalani tes swab diam-diam dan menyembunyikan hasilnya.

Awalnya, Bima mengungkapkan pertemuannya dengan menantu Habib Rizieq, Hanif Alatas. Dalam pertemuan itu, Bima meminta Habib Rizieq di-swab dan hasilnya disampaikan ke Pemkot Bogor.

Hanif, kata Bima, menyanggupi itu. Namun, Hanif meminta tim yang menjalani swab adalah tim MER-C.

"Disampaikan saat itu secara langsung oleh Hanif yang lakukan (swab) tim MER-C, tapi kami belum tahu siapa namanya, diberikan kontaknya lalu saya kontak langsung terkait laporan swab, dia bilang siap, tapi itu (memberikan laporan hasil swab) tidak pernah terjadi," kata Bima dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Rabu (14/4/2021).

Bima mengaku mengizinkan MER-C melakukan swab karena dalam aturan diperbolehkan asal didampingi oleh tim Satgas COVID Kota Bogor. Namun, karena hasil swab tidak diberi tahu, Bima meminta swab ulang itu dilakukan.

"Kita ingin (swab ulang) untuk memastikan swab dilakukan dan hasilnya diketahui, itu saja," tegas Bima.

Selain itu, Bima mengungkapkan pihaknya sempat janjian dengan Dirut RS Ummi Bogor, dr Andi Tatat, untuk melakukan swab ke Habib Rizieq. Tetapi, itu tidak jadi dilakukan karena Habib Rizieq menjalani swab secara diam-diam.

"Saya meminta ke rumah sakit untuk menginformasikan saja kedatangan (tim MER-C) jam berapa, tetapi dr Andi menyampaikan masih menunggu kedatangan dari Jakarta, mungkin setelah salat Jumat kemudian kami bersiap-bersiap mengirim tim pendamping bakda Jumat," jelasnya.

"Tapi sudah sepakat lakukan swab?" tanya jaksa.

"Sudah sepakat untuk mendampingi (tes swab), ternyata menurut Andi Tatat, swab sudah dilakukan tanpa sepengetahuan beliau," jawab Bima.

Oleh karena itu, Bima menilai RS Ummi melanggar aturan Perwali Bogor tentang penanganan COVID-19. RS Ummi melanggar karena tidak terbuka memberikan informasi terkait pasien positif COVID-19.

"(Melanggar) karena RS tidak melaporkan secara apa adanya, karena di Perwali Penanganan COVID disebutkan harus melaporkan laporan secara berkala, atau melaporkan kasus suspek COVID-19, karena tiap hari kami sampaikan per hari, jadi kalau itu tidak dilakukan dilakukan RS umum itu terhambat," kata Bima.

Selanjutnya
Halaman
1 2