Asdianti di UEA, Polisi Ungkap Perannya Saat Jual-Beli Pulau Lantigiang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 15:55 WIB
Wanita pembeli Pulau Lantigiang, Asdianti (Hermawan/detikcom).
Wanita pembeli Pulau Lantigiang, Asdianti (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Tersangka kasus jual-beli Pulau Lantigiang, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Asdianti, tak kunjung diperiksa penyidik lantaran masih berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Namun polisi mengungkap apa saja peran dari Asdianti selaku pembeli sehingga dia ditetapkan menjadi tersangka.

"Asdianti kan sudah diyakinkan oleh kepala balai bahwa itu merupakan milik pemerintah daerah. Nah tetapi Asdianti tetap melakukan negosiasi pembelian," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (13/4/2021).

Zulpan menambahkan, peran Asdianti yang lain adalah turut menjadi bagian dari upaya kongkalikong dengan Kasman, selaku pihak penjual, dalam memalsukan akta kepemilikan lahan Pulau Lantigiang. Upaya Asdianti itu disebut memang memaksakan terjadinya jual-beli agar Pulau Lantigiang dapat dia kelola.

"Bahkan, menurut pemeriksaan penyidik, dia (Asdianti) juga mengetahui adanya permainan kongkalikong pembuatan akta palsu itu," ujar Zulpan.

Namun polisi sendiri belum bisa menggali lebih lanjut peran tersangka Asdianti karena yang bersangkutan masih berada di Dubai. Penyidik pun mengklaim telah berkoordinasi dengan Dubes RI di UEA untuk memulangkan Asdianti ke Tanah Air.

"Sudah dipanggil. Penyidk sudah panggil, bahkan sudah bekerja sama dengan kedutaan besar kita kan di luar negeri, Dubes di sana untuk memulangkan Asdianti, makanya nanti kita lihat perkembangan," katanya.

Seperti diketahui, seorang pria bernama Syamsul Alam menjual tanah di kawasan Pulau Lantigiang seharga Rp 900 juta ke perempuan bernama Asdianti. Syamsul Alam pun sudah menerima uang muka senilai Rp 10 juta dari Asdianti melalui pria bernama Kasman, yang tidak lain adalah keponakan Syamsul Alam.

Kasus jual-beli pulau ini terungkap setelah pengelola Taman Nasional Wilayah II Jinato mendapat laporan dari petugas resor Jinato yang menemukan fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah Pulau Lantigiang serta surat keterangan jual-beli tanah Pulau Lantigiang.

Masih dalam temuan tersebut, akta jual-beli pulau antara Syamsul Alam dan Asdianti diteken oleh RS sebagai Sekdes Jinato pada 2015, dan turut diketahui oleh lelaki Abdullah selaku Kades Jinato pada 2015.

Sebelum Asdianti menjadi tersangka, penyidik Polres Selayar telah lebih dulu menetapkan pihak penjual, Kasman sebagai tersangka dengan tuduhan memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik, dalam hal ini surat kepemilikan lahan di Pulau Lantigiang yang kemudian menjadi dasar jual-beli pulau.

Selanjutnya, polisi juga menetapkan kepala desa Jinato 2015, Abdullah selaku tersangka bersama Asdianti. Abdullah juga dituding telah melakukan pemalsuan akta otentik surat kepemilikan lahan di Pulau Lantigiang untuk Syamsul Alam selaku pria yang mengaku pemilik lahan di Pulau tersebut.

Simak juga 'Pulau Lantigiang Tak Bisa Diperjualbelikan':

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/idh)