12 Ruang Sekolah di Beoga Papua Dibakar KKB, Kerugian Capai Rp 7,2 M

Antara - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 13:33 WIB
Sebanyak 12 unit bangun sekolah yang dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (ANTARA News Papua/HO-Humas Polsek Beoga)
Sebanyak 12 unit bangunan sekolah yang dibakar KKB di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. (ANTARA News Papua/HO-Humas Polsek Beoga)
Jakarta -

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyebutkan total kerugian atas pembakaran sekolah di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, mencapai Rp 7,2 miliar. Total ruangan yang dibakar mencapai 12 unit.

Pembakaran sekolah ini menjadi rangkaian ulah yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) selain kasus penembakan yang menewaskan dua orang guru. Christian Sohilait mengatakan sejak Kamis (8/4) KKB sudah dua kali melakukan pembakaran fasilitas sekolah.

"Pembakaran pertama dilakukan pada Kamis (7/4) sore yang menyebabkan tiga ruang SMA Negeri I Beoga hangus terbakar," kata Christian Sohilait di Jayapura, Selasa (13/4/2021), seperti dilansir Antara.

Menurut Christian, pembakaran kedua dilakukan pada Minggu (11/4) malam yang menyebabkan sembilan ruangan di SMP Negeri I Beoga juga terbakar.

"Dari sisi ekonomi, pembakaran 12 ruang sekolah tersebut telah menyebabkan kerugian dalam jumlah besar," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk membangun satu ruang belajar-mengajar di wilayah pegunungan, dibutuhkan biaya Rp 600 juta. Dia mengatakan ruangan belajar tersebut terbuat dari kayu. Akibat hangusnya 12 ruang yang dibakar KKB, kerugian mencapai Rp 7,2 miliar.

"Kami bingung mengapa KKB melakukan aksi pembakaran tersebut, pasalnya, aksi tersebut bisa berakibat fatal karena anak-anak di Beoga, yang kawasan pedalaman, tidak dapat mengenyam pendidikan dengan baik," tambahnya.

Dia menambahkan, di wilayah pegunungan, yang menjadi masalah utama bukan biaya, melainkan tingkat kesulitan untuk memobilisasi bahan bangunan yang jauh lebih sulit karena semuanya harus diangkut menggunakan pesawat terbang.

"Kami berharap aparat keamanan bisa segera menindak para pelaku pembunuhan dua orang guru dan juga pelaku pembakaran fasilitas sekolah di Beoga," kata dia.

Ulah keji KKB itu pertama kali terjadi pada Kamis (8/4) pagi lalu. KKB tiba-tiba merangsek ke rumah seorang guru SD bernama Oktovianus Rayo (43) dan menembaknya. Akibatnya, Oktovianus tewas di tempat.

Ternyata kebiadaban KKB tak berhenti di situ. KKB kembali menembaki 2 warga sipil yang hendak mengambil terpal guna membungkus jenazah Oktovianus. Peristiwa itu terjadi keesokan harinya pada Jumat (9/4) pukul 16.45 WIT. Kedua warga sipil yang merupakan guru itu menjadi sasaran tembak KKB saat melintasi ujung Bandara Beoga. Akibatnya, seorang guru SMP, Yonatan Renden (27), tewas ditembak.

Sebelum menembak 2 guru hingga tewas, KKB juga membakar tiga sekolah di Beoga, Puncak. Tak hanya itu, rumah seorang guru juga ikut dibakar oleh KKB pimpinan Nau Waker itu.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/4). Tiga sekolah yang dibakar hingga hangus oleh KKB itu adalah SD Jambul, SMPN 1, dan SMA 1 Beoga.

Buntut aksi penembakan dan pembakaran itu, warga Beoga pun dievakuasi ke Timika. Proses evakuasi terpaksa dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman kelompok kriminal bersenjata. Pasalnya, beberapa warga ketakutan dan trauma karena aksi teror KKB.

Tonton juga Video: 2 Guru Tewas Ditembak KKB di Puncak Papua, Jenazah Dibawa ke Timika

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)